DAERAH

Meriah..! Harlah Ponpes Darul Abror Purbalingga ke-33 

Penapersatuan.com – Pondok Pesantren Darul Abror pada Bulan Juni 2024 ini merayakan Harlah Pondok ke-33. Berbagai kegiatan penuh semarak digelar dalam seminggu terakhir, mulai dari acara pentas seni, jalan sehat, pentas nasyid, donor darah, khataman Qur’an juga shalawatan bersama Habib Syafiq bin Anis Al Athas dari Purwokerto (Banyumas) pada 4 Juni 2024 yang diiringi Grup Hadroh Majlis Syifaul Qulub, Purbalingga.

Puncak acara harlah ke-33 serta khataman kitab Ihya ulimiddin ke-8, Pengajian Akbar akan digelar pada Sabtu Legi 8 Juni 2024 dengan mengundang pembicara Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at, MA (Pengasuh Ponpes Darussam, Blok Agung Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. Semua acara digelar dipusatkan di area  Ponpes yang terletak di Desa Kedungjati, RT. 1 RW. 7, Bukateja, Dusun I, Kedungjati, Kec. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Pada kesempatan sambutannya, KH. Abror Mushodiq , Pengasuh ponpes Darul Abror mengucap syukur atas kebelangsungan Pondok Pesantren yang tak terasa hampir 35 tahun telah berjalan. “Alhamdulillah, Ponpes Darul Abror sudah berjalan 33 tahun, semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat,” kata KH Abror Mushodiq. 

Ponpes Darul Abror sendiri didirikan oleh KH. Abror Mushodiq sekitar 33 tahun yang lalu. Awal berdirinya Ponpes Darul Abror, atas perintah Guru KH. Abror Mushodiq, yakni KH. Syafaat Banyuwangi yang menasihati agar jangan jadi da’i keliling. Tapi menyuruhnya agar mendirikan Pondok Pesantren. Agar santri yang mendatangi guru, menyerap ilmu dari guru.

Ponpes Darul Abror awalnya dibuka hanya dari tingkat ibtidaiyah sampai Tsanawiyah, kini sudah meningkat sampai Aliyah.

Sampai saat ini sudah dikhatamkan kitab Ihya ke-8. “Alhamdulillah Pondok Pesantren sudah menghatamkan kitab Ihya Ulumiddin, ini merupakan kitab yang merupakan wasiat dari guru saya.” Kata  KH Abror Musodiq, pengasuh Ponpes Darul Abror.

Saat ini Ponpes Darul Abror juga menyelenggarakan pendidikan formal dari dasar sampai menengah atas (SMK/SMA).

“Alhamdulillah, Ponpes sanggup mengembangkan pendidikannya formal. Dahulu ponpes hanya menyeenggarakan pondok salafiyah. Salafy dan salafiyah itu beda. Ponpes salafy itu dirintis oleh para ulama sepuh seperti yang dirintis oleh para wali songo. Setiap manusia , setelah kita berfikir diajak oleh teman-teman tapi kenapa berdebu-debu. Setelah saya melihat, mana bisa MI dan kita gembleng bisa bersaing dengan lulusan pendidikan formal. Memang setelah kita amati, wali murid atau wali santri tertarik, sehingga mondok di ponpes Darur Abror. Dari pada dititipkan di SMP dan SMA,” terangnya.

Sekarang, lanjutnya, Ponpes Darul Abror sudah mendirikan MTS. Setelah itu, kita mendirikan STM.Insya Alloh, Pondok Pesantren Darul Abror ini santrinya dari luar daerah. Saya senang, setelah ada madrasah bisa saya berpromosi Mts-Mts yang ada di kecamatan Bukateja.

Alhamdulillah, saya mendirikan SMK/SMA sekarang muridnya sudah mulai banyak, target pengurus dan yayasan tahun ini gedung baru telah selesai. 

“Ketika saya belajar di Pesantren, Mbah Kyai Muhtar Syafaat Abdul Gofur sering kali, kamu harus mencintai dari beberapa ilmu. Jangan hanya hidup dari satu ilmu saja. Kalau bisa hanya mencangkul, kemana saja nanti hanya mencangkul. Tapi insyallah dengan bekal yang ada ada program unggulan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bisa menjadi bekal bagi santri-santri di kemudian hari,“ tambah KH. Abror Mushodiq.

“Intinya Darul Abror sudah menyelenggarakan pendidikan formal. Sekarang harus menyesuaikan dengan perkembangan situasi jaman.,Saya punya punya guru Kyai Mualim, kita harus berfikir London berjiwa Masjidil Haram,” kata KH Abror Musodiq, yang juga adalah mantan A’wan Syuriah NU Kabupaten Purbalingga dan juga pernah jadi Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI). Kab Purbalingga  Jawa Tengah.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *