KOLOM

Rupiah Tertekan, Pertumbuhan Terancam?

Oleh: Kusfiardi

Rupiah Tertekan, Pertumbuhan Terancam?
Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dipicu oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Pelemahan ini mengundang kekhawatiran di berbagai sektor, terutama dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Faktor-faktor Pendorong Pelemahan Rupiah
Kebijakan The Fed. Inflasi AS yang masih tinggi mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Hal ini meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai instrumen investasi, memicu arus modal keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Permintaan Safe Haven. Ketidakpastian ekonomi global, mendorong investor mencari aset aman seperti dolar AS. Hal ini menyebabkan dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Dampak Pelemahan Rupiah
Suku Bunga. Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menahan depresiasi rupiah. Hal ini dapat menekan pertumbuhan ekonomi, karena suku bunga tinggi menghambat investasi dan konsumsi.

Inflasi. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan harga barang impor, berpotensi mendorong inflasi dan membebani masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi. Kombinasi suku bunga tinggi dan inflasi yang meningkat dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Prospek Rupiah dan Tantangannya
Prospek rupiah dalam jangka pendek masih tertekan oleh faktor eksternal seperti kebijakan The Fed dan kondisi ekonomi global. Namun, dalam jangka panjang, peluang rupiah untuk menguat tetap ada, dengan catatan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan pemerintah serta BI mampu mengelola situasi dengan tepat.

Tantangannya adalah bagaimana menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi. Mengendalikan inflasi agar tidak melonjak berlebihan. Meningkatkan ekspor dan menarik investasi asing untuk memperkuat cadangan devisa.

Pelemahan rupiah adalah tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah dan BI. Diperlukan kebijakan yang tepat dan sinergis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meminimalisir dampak negatif dari pelemahan rupiah.

Penulis adalah: Analis Ekonomi Politik
Direktur dan Co-Founder FINE Institute

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *