AGAMA

Tradisi Ziarah Kubra Palembang Digelar Tiap Jelang Ramadhan

Palembang, penapersatuan.com – Puluhan ribu peserta Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam tahun 2024 berkumpul dan memadati kawasan Kesultanan Kawah Tengkurep kelurahan 3 Ilir dan Auliya Kambang Koci 5 Boombaru Palembang, Minggu, (3/3/2024).

Kegiatan rutin tahunan setiap jelang bulan Ramadan ini, para jemaah saling mendoakan dan mengunjungi pemakaman serta tempat-tempat bersejarah yang ada di kota Palembang. Acara yang juga sebagai ajang silahturahmi sekaligus menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadan ini juga dihadiri Penjabat Wali kota Palembang, Ratu Dewa.

“Tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun ini menjadikan bukti bahwa masyarakat yang ada di kota Palembang sangat memegang teguh tradisi keagamaan untuk menghargai jasa-jasa para Ulama dan para Wali Allah serta para Sultan di Kesultanan Palembang Darussalam di dalam berdakwah menyebarkan Agama Islam,” ucap Ratu Dewa, dalam sambutannya.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga mampu membangkitkan perekonomian masyarakat kota Palembang yang sekarang berada di angka 5,12 persen.

“Untuk itu, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para habib. Selain itu juga, saya ucapkan terima kasih atas suksesnya pemilihan presiden dan wakil presiden dan legislatif yang berjalan lancar di kota Palembang,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, Pj Wako Palembang juga meminta doa, agar kota Palembang dijauhkan dari segala bahaya dan bencana.

“Dalam rangkuman pertemuan yang baik ini, saya mohon doanya agar kota Palembang, Sumatera Selatan yang kita cintai ini aman terbebaskan dari bahaya bencana yang tidak kita inginkan,” katanya, di acara haul dan ziarah kubro di Terminal boombaru pelabuhan.

Lanjutnya, di moment yang baik ini, Ratu Dewa mengajak seluruh masyarakat di Palembang untuk mendoakan umat muslim di Palestina. “Mari kita doakan saudara muslim kita yang ada di Palestina, agar mereka selalu dilindungi Allah SWT dari serangan senjata berbahaya dan ancaman lainnya.

Di tempat yang sama, Al-Habib Abdurrahman bin Hasan Al Habsyi, selaku Ketua panitia pelaksana ziarah kubro Ulama dan Auliya Palembang menambahkan, jika Haul dan Ziarah Kubra ‘Ulama dan Auliya’ Palembang Darussalam adalah kegiatan mendoakan serta mengunjungi pemakaman dan tempat bersejarah yang menjadi bukti perjuangan dakwah Islam yang dilakukan oleh para ulama, para wali Allah dan para Sultan di kota Palembang.

“Kegiatan ini murni syiar Islam yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Tujuan dari Ziarah Kubro adalah untuk mengenang, meneladani serta, sekaligus sebagai ajang silaturahmi akbar, terkhusus dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Ramadan,” terang Al-Habib Abdurrahman.

Kegiatan yang dilangsungkan setiap Minggu pertama di 10 hari terakhir Bulan Sya’ban ini telah dikenal oleh para wisatawan sebagai salah satu trade mark kota Palembang, baik dari dalam maupun luar kota bahkan dari luar negeri. 

“Acara ini menjadi aset wisata rohani yang sangat potensial bagi kota Palembang khususnya dan Sumatera Selatan umumnya. Hal tersebut antara lain dikarenakan Haul dan Ziarah Kubra ‘Ulama dan Auliya,” tandasnya.

Peziarah tamu tidak saja diikuti dari Pslembang saja namun juga dari Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Yaman menghadiri puncak ziarah kubro atau tradisi ziarah kubur 10 hari menjelang bulan suci Ramadhan di Palembang, Sumatera Selatan.

“Ratusan peziarah tamu dari Yaman dan Arab Saudi menghadiri ziarah kubro ke makam ulama serta aulia Palembang Darussalam yang digelar di Ibu kota Sumsel itu selama tiga hari pada 1-3 Maret 2024,” kata Ketua Panitia Pelaksana Ziarah Kubro Habib Abdulrahman bin Hasan Alhabsy, di Palembang, Ahad.

Selain dihadiri peziarah tamu dari Timur Tengah, menurut dia, ziarah kubro 2024 juga dihadiri ribuan peziarah dari sejumlah provinsi di Tanah Air, di antaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Kepulauan Bangka Belitung.

“Khusus untuk melayani peziarah dari Timur Tengah dan beberapa provinsi di Tanah Air panitia menyiapkan tim penyambutan tamu,” katanya.

Dia menjelaskan, tradisi ziarah kubro adalah kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan warga Kota Palembang khususnya para ulama atau habib secara bersama-sama 10 hari terakhir bulan Sya’ban.

Dalam kegiatan tersebut para ulama dan habib berziarah mengunjungi makam-makam ulama terkemuka di Kota Palembang seperti pemakaman habib di daerah Kambang Koci, Kawah Tekurep hingga pemakaman ulama di Telaga Swidak.

Puncak ziarah kubro ulama dan aulia Palembang Darussalam dimulai Ahad pagi dari Kampung Sungai Bayas, kemudian dilanjutkan ke pemakaman Pangeran Syarif Ali BSA Kelurahan 5 Ilir, pemakaman Kesultanan Kawah Tengkurep, dan penutup di pemakaman Aulia Kambang Koci.

Kompleks makam Kambang Koci merupakan pemakaman para raja atau sultan yang berasal dari Kesultanan Palembang yang juga terdapat makam putra-putri dari Sultan Mahmud Badaruddin I.

Selain itu, di Kambang Koci juga turut dimakamkan para ulama dan wali sehingga menarik peziarah dari berbagai daerah dan luar negeri datang ke tempat tersebut.

Ulama yang dimakamkan di Kambang Koci di antaranya Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdor, Habib Muhammad bin Husin Al-Idrus, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf, serta beberapa habib terkemuka lainnya.

Kambang Koci sebagai zanbal yang diartikan sebagai pemakaman wali di Kota Tarim, dan Kota Palembang dijuluki oleh para habib sebagai Hadramaut Tsani atau Hadramaut kedua.

Sedangkan di Kawah Tekurep terdapat beberapa makam para sultan seperti Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo berserta empat istrinya yakni Ratu Sepuh dari Demak, Ratu Gadung dari Malaysia, Ratu Mas Ayu dari China, dan Nyai Mas Naimah dari Palembang.

“Selain itu, juga di areal pemakaman yang memiliki luas kurang lebih satu hektare itu, juga terdapat makam ulama besar kala itu yakni Imam Sayid Al Idrus yang dikenal guru besar Sultan Mahmud Badaruddin,” kata Habib Abdulrahman.

Sementara Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa ketika menghadiri acara puncak ziarah kubro menjelaskan bahwa untuk menyukseskan tradisi tersebut pihaknya membantu panitia mulai dari keamanan, kebersihan, kesehatan, dan lainnya.

Selain itu, juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti mobil ambulans, mobil tanki air, kipas angin, dan lampu penerangan di sejumlah makam yang dijadikan lokasi kegiatan.

Menurut dia, ziarah kubro ulama dan aulia Palembang Darussalam masuk top 10 kalender event pariwisata di Bumi Sriwijaya ini.

“Ziarah kubro dimasukkan dalam kalender event pariwisata karena tercatat menyumbang sektor PAD yang cukup besar dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung,” kata dia.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *