NASIONAL

Kirab Merah Putih dan Parade Alutsista TNI-AD Memeriahkan Muktamar Sufi Internasional 

Pekalongan, penapersatuan.com – Kirab Merah Putih dan Parade Alutsista TNI-AD akan memeriahkan rangkaian Muktamar Sufi Internasional atau Multaqo Sufi Al-Alami (World Sufi Assembly Conference 2023) di Kota Pekalongan yang akan digelar pada 29–31 Agustus 2023.

Kirab Merah Putih dan Parade Alutsista  dilaksanakan pada Senin  siang ini (28/8/2023), atau sehari sebelum pembukaan secara resmi acara ‘World Sufi Assembly Conference’ oleh Presiden RI H Joko Widodo, Selasa (29/8/2023).

Koordinator Panitia Kirab, Kompol (Purn) Sumarjo SH mengatakan kegiatan kirab ini dimulai pukul 13.00 WIB yang dilepas Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E  didampingi Kapolres Pekalongan Kota, AKBP. A. Recky R., S.I.K., M.H., M.Si.,dan Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya, S.Sos., M.han, melepas rombongan peserta Kirab dimana Maulana Habib Luthfy bin Hasyim Yahya tampak berada di bagian depan Jeep terbuka dengan seragam tentara dan diiringi Parade drum band dari MUM Nusantara, Kab Batang,Jawa Tengah.

Sumarjo menjelaskan bahwa Kirab Merah Putih dan Parade Alutsista TNI ini digelar untuk menyambut dan memeriahkan rangkaian Muktamar Sufi Internasional di Kota Pekalongan. Peserta kirab mencapai kurang lebih 2.000 orang.  

Titik start kirab dari Jalan Bahagia depan Stadion Hoegeng menuju ke Jl Kemakmuran dengan jarak 500 meter. Setelah sampai bundaran Gambaran (Simpang Lima Kota Pekalongan) kemudian menuju ke Jl Imam Bonjol, dilanjutkan ke Jl Pemuda depan Monumen Juang 45 dengan jarak kurang lebih 500 meter.

Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) didampingi Walikota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, Kapolres Kota Pekalongan AKBP Albertus Recky Robertho, dan Dandim Pekalongan Letkol Infanteri Rizki Adiyta.

Sepanjang acara berlangsung dimeriahkan juga oleh parade alusista hingga drumband. Masyarakat Kota Pekalongan terlihat antusias memadati jalur kirab dan turut menyaksikan kemeriahan acara tersebut. 

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mengaku bersyukur bahwa pelaksanaan kirab merah putih dalam rangka menyambut Muktamar Sufi Internasional 2023 ini digelar di Kota Pekalongan bisa berjalan lancar. 

“Kirab merah putih ini masih satu rangkaian Muktamar Sufi Internasional Tahun 2023 di Kota Pekalongan,” kataMas Aaf, sapaan akrabnya.

Muktamar Sufi Internasional Tahun 2023 di Kota Pekalongan dijadwalkan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa, 29 Agustus 2023

Sementara itu menurut Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kota Pekalongan M Sholeh mengatakan, kegiatan Muktamar Sufi Internasional yang bakal berlangsung di Kota Pekalongan Senin-Kamis (28-31/8/2023) bakal dihadiri delegasi dari dalam maupun luar negeri.


“Untuk kelancaran dan pengamanan kegiatan selama berlangsung, kami bersama komponen keamanan yakni TNI, Polri, dan Satgas ormas kepemudaan akan menerjunkan personel sesuai kebutuhan di lapangan.

Lipsus 1

Pembukaan

Presiden RI Resmi Buka Forum Sufi Internasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar Sufi Internasional 2023 di Gedung Sahid International Convention Center (SICC) Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/8/2023).

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan muktamar ini penting bagi Indonesia.

“Pelaksanaan muktamar ini akan membuat Indonesia semakin dikenal sebagai contoh Islam moderat, akan meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia, dan membuat Indonesia semakin diperhitungkan,” kata Jokowi.

Dalam acara ini turut hadir Menhan sekaligus bacapres Prabowo Subianto dan Gubernur Jateng sekaligus bacapres Ganjar Pranowo. Tentu juga mendampingi Habib Luthfi Bin Yahya sebagai Ketua Forum Sufi Internasional.

Jokowi mengatakan muktamar internasional yang digelar di Indonesia ini menjadi bukti kalau Islam Indonesia tidak lagi berada di pinggiran. Jokowi menyebut Indonesia jadi punya peran strategis dalam membangun peradaban dunia.

Muktamar ini, menurut Jokowi juga sangat penting, karena bahwa Indonesia tak lagi berada di pinggiran, tetapi punya peran strategis untuk membangun dunia yang damai dan harmonis.

Ia menambahkan, salah satu kekuatan Indonesia lainnya adalah umat Islamnya moderat.

“Alhamdulillah kita bisa menjaga stabilitas politik kita. Semua ini berkat karakter moderat bangsa Indonesia menjaga toleransi dan persatuan,” ungkap dia.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *