JELANG PEMILU

Caleg PPP Dapil NTB 2 Samianto: Pemimpin Harus Siap Menderita

Mataram, penapersatuan.com – Presiden Forum Kebangsaan Samianto atau Sem Muthohar, akan bertarung menuju Senayan pada pemilu 2024. Ia telah mengambil langkah politiknya lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurutnya, pilihan perjuangannya jatuh ke partai berlambang ka’bah, karena PPP partai lama yang dilahirkan sebagai wadah berhimpun para tokoh muslim, ulama Indonesia, ummat Islam untuk menyuarakan kepentingan ummat Islam Indonesia yang berasaskan Pancasila. Partai Moderat menjaga Indonesia mewarnai dunia.

“Sebagai mantan aktivis pergerakan nasional yang telah malang melintang dalam dunia amal makruf nahi mungkar. Yang lantang bersuara dalam parlemen jalanan, forum-forum diskusi, saya merasa PPP sangat cocok sebagai wadah perjuangan saya. Karena Indonesia butuh tokoh muda progresif, inspiratif, transformatif yang tegak lurus menyuarakan hak rakyat siap menjadi penyambung lidah rakyat,” tuturnya dilansir dari pjminews.com.

Bung Sam sapaan akrab dari Samianto lahir dari keluarga pergerakan. Almarhum ayahnya TGH. Athar aktif di partai Masumi. Pernah beberapa periode menjadi wakil rakyat lewat Golkar dari utusan daerah sampai mengundurkan diri untuk fokus membina anak bangsa lewat pendidikan pada yayasan yang dibangunnya.

Yayasan Baiturrahman yang bergerak dalam bidang pendidikan adalah wadah tempat menampung anak kampung sekitar Janapria dan sekitarnya sehingga warga sekitar bisa sekolah.

Setiap kali turun ke masyarakat untuk berkampanye, Sem memiliki semboyan ‘Siap Melayani’. Dirinya akan menyuarakan kepentingan rakyat yang lebih luas.

“Wakil rakyat yang dibutuhkan masyarakat Lombok ke depan adalah pemimpin yang mau melayani, merekatkan, mempersatukan warga masyarakat Lombok untuk tetap kompak utuh bersatu. Berbeda organisasi, keyakinan, adat istiadat, bahasa daerah adalah mozaik khatulistiwa yang menjadi khazanah bangsa karena kita adalah bhineka banyak ragam warna tapi tetap satu,” jelasnya.

Menurut Sem, Bangsa Indonesia krisis negarawan, surplus politisi. Model Indonesia menuju kesejahteraan harus meritokrasi. Menghadirkan pemimpin yang melayani, kompetitif dan bijaksana. Dengan demikian cita – cita Indonesia merdeka akan bisa diraih. Menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Hanya dengan menghadirkan pemimpin yang dapat merasakan penderitaan rakyat seperti yang diajarkan Ki Hajar Dewantoro lah, cita-cita kemerdekaan bisa dicapai, ” terangnya.

Samianto ingin menggerakkan potensi kaum Milenial sebagai bonus demografi, Indonesia jangan hanya diisi oleh wajah lama dalam kursi wakil rakyat.

“Sebagai wakil rakyat harus dapat merasakan penderitaan rakyat, ada di tengah-rakyat sehingga denyut nadi rakyat dapat di dengar untuk disampaikan dan di perjuangkan,” tambah tokoh pemuda nasional, Wakil Sekjen Pengurus Besar ormas Cinta Masjid (PB MCMI) saat ini.

Saat ini Bung Sam tercatat sebagai dosen tamu, terbang dan kepala Humas Kampus Universitas Graha Ganesha. Kecintaannya pada dunia pendidikan dan entrepreneur membawanya terus berkiprah di dunia kampus. Guna ikut menghadirkan generasi bangsa yang unggul berdikari dalam mengisi kemerdekaan. Alumnus Ponpes Alamien Prenduan ini maju atas dorongan dari organisasi, sahabat, rekan, masyarakat luas serta tokoh lintas generasi dan komunitas lainnya.

Ketua Pengurus Daerah NWDI Jakbar ini maju di Dapil NTB 2 Pulau Lombok mengajak semua warga menyukseskan pemilu 2024 agar yang punya hak pilih dapat hadir dengan lapang dada ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

“Mari kita sukseskan pemilu 2024. Hadirkan pilih wakil rakyat / pemimpin yang siap menderita, melayani, merekatkan menyatukan ummat Islam. Karena pemimpin adalah menderita, menurut Ki Hajar Dewantoro,” pungkasnya.

(Diel/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *