DAERAH

Wanadadi Bersholawat Berlangsung Meriah

Banjarnegara, penapersatuan.com – Acara pelantikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang saat ini diketuai Rois Syuriah (KH Mustolih) dan Tanfidziyah ( Kyai Sobirin) dan Pagar Nusa Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara , Jawa Tengah berlangsung meriah dengan puncak acara Wanadadi Bersholawat bersama Majlis az Zahir pimpinan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, Pekalongan.

Acara yang berlangsung selepas Isya digelar pada Sabtu malam, tanggal 22 Juli 2023 / 4 Muharam 1445  H di Lapangan desa Kandangwangi, Kecamatan Wanadadi. Acara dibuka dengan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Ya’lal Wathon, bersambung dengan pembacaan Maulid Simthud Durar.

Acara yang dihadiri AKBP Era Johny Kurniawan, S.I.K, M.H dan Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Dhanang Agus Setiawan, S.E., M.Si serta Forkopimcam Wanadadi serta masyarakat kecanatan Wanadadi dan sekitarnya berlangsung meriah.

Jamaah yang hadir didominasi oleh muda-mudi larut dalam lantunan sholawat sambil mengibarkan bendera kecil bergambar Nahdlatul Ulama. Selepas sambutan Gus Wakhid Jumali LC , Habib Zainal Abdin Assegaf memberikan sambutan singkat menyampaikan kehadiran di majelis untuk bersholawat kepada Nabi SAW dan berdzikir kepada Alloh SWT.

Selain itu Habib Bidin juga menyampaikan tentang konsep bahagia. “Rasulullah SAW adalah sosok yang enak dipandang dan senantiasa tersenyum (tabassam) oleh semua orang. Anak-anak yang memandang Nabi SAW akan menganggap sebagai orang tua. Bahkan musuhi sekalipun selalu tersenyum. Ini menandakan Rasulullah SAW selalu bahagia. Orang kalau dimusuhi, disakiti selalu tersenyum maka orang yang memusuhi akan takut kepada kita,” buka Habib Bidin.

“Orang yang mesem (senantiasa tersenyum) itu artinya hidupnya ayam (tenang, bahagia), tidak punya masalah. Orang tersenyum itu, duite akeh (uangnya banyak).Orang yang banyak senyum itu tandanya akalnya sehat dan tidak punya masalah, yang penting tidak senyum-senyum sendirian,” tambah Habib Bidin.

Ceramah singkat Habib Bidin yang penuh canda dan joke segar, sangat disukai jamaah remaja sehingga membuat remaja putra dan putri pada malam Minggu itu tak beranjak dari tempat duduknya di lapangan sepak bola yang sangat penuh namun tetap tertib mengikuti acara Wanadadi Bersholawat hingga berakhir pada pukul 00.00 dengan Mahalul Qiyam dan doa penutup.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *