AGAMA

Semarak Haul ke 4 Mbah Maemun Zubair

Jakarta, penapersatuan.com – Di awal bulan Dzulhijjah ini , sudah 4 tahun KH Maemun Zubair (Ketua Majelis Syariah PPP) berpulang. Lantunan doa dari segenap pengurus DPP PPP, DPW PPP serta kader PPP terpanjat secara berjamaah seperti digelar di berbagai tempat di tabah air.

Di Mekkah, keluarga besar KH. Maemun Zubair menggelar tahlil dan doa bersama yang dihadiri KH. Wafi Maemun Zubair, KH. Taj Yasin, KH. Abdul Ghofur Maimun.

Haul ke 4 Mbah Maemun di DPW PPP Jawa Tengah, Meneladani Sang Kiai

DPW PPP Jawa Tengah  pada Kamis yang lalu juga menggelar doa bersama yang dihadiri jajaran pengurus DPW PPP di kantor DPW PPP, Jl Karanganyar, Kecamatan Tugu, Semarang Barat.

Ponpes Tanbighul Ghofilien Gelar Haul ke 16 KH. Moh Hasan dan Haul ke 4 KH Maemun Zubair

Hari Ahad, 2 Juli 2023 , Pondok Pesantren Tanbighul Ghofiluen Gelar Haul Ke 16 KH Mohammad Hasan dan Haul ke 4 KH Maemun Zubair di Mantrianom, Banjarnegara Jawa Tengah.
 
Acara pelaksanaan Haul kedua tokoh ini dimulai dari pagi dengan menggelar semakan Al Quran di komplek makam Sesepuh dan Pendiri Pondok Pesantren Tanbighul Ghofilien yang diikuti oleh santri putra dan putri.
 
Sedangkan acara puncak haul Haul Ke 16 KH Mohammad Hasan dan Haul ke 4 KH Maemun Zubair digelar Bada Isya yang diikuti oleh santri, alumni dan masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya.

Tahlil dan Doa Bersama di Ponpes Mantrianom Banjarnegara

Kiai Haji Maimun Zubair (kadang ditulis menggunakan ejaan lama Maimoen Zoebair), atau akrab dipanggil Mbah Moen (28 Oktober 1928 – 6 Agustus 2019), adalah seorang ulama sekaligus politikus Indonesia.

Ia merupakan pengasuh tertinggi Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan hingga ia wafat.

Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondok pesantrennya. Ia pernah menjadi anggota MPR RI mewakili Jawa Tengah selama tiga periode.

Mbah Moen wafat setelah melaksanakan salat Subuh, pada tanggal 6 Agustus 2019 pukul 04.30 waktu setempat di Rumah Sakit An-Nur Mekkah. Tidak ada gejala beliau sakit karena malam sebelumnya beliau menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Dr. Agus Maftuh Abegebriel.

Haul di Kempek, Dihadiri KH. Musthofa Aqil Siradj

Mbah Moen dimakamkan pada tanggal yang sama, di Ma’la, Mekkah. Makamnya berdekatan dengan makam guru beliau, Sayyid Alawi al-Maliki al-Hasani dan makam istri Rasulullah, Khadijah.

Ketua Bapilu DPP PPP H. Sandiaga Uno dalam kesan dan pesannya di haul ke 4 Mbah Maemun Zubair menyatakan, 4 tahun Mbah Moen telah meninggalkan kita semua.

“Nilai-nilai yang beliau tinggalkan harus kita teruskan dan istiqomahkan. Rawat persatuan dan lanjutkan pembangunan nilai Islam yang luhur. Jadikan Haul ke 4 Mbah Moen sebagai momentum pengingat untuk terus cinta kepada agama dan cinta kepada NKRI,” buka Sandi.

“Mari kita terus kirimkan doa kepada guru kita, insya Allah ajaran dan ilmu yang ia tinggalkan menjadi pahala yang terus mengalir dan tidak terputus,” pungkas Menparkraf.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *