DAERAH

Memilukan, Nenek di Kabupaten Pangkep Hidup Sebatang Kara

Pangkep, penapersatuan.com – Sangat terenyuh saat kami melihat sebuah gubuk yang diisi seorang nenek bernama Hj. Kude yang sudah tua rentah, tidak bisa berjalan tinggal sendirian di gubuk reot di kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Selasa (27/6/2023).

Dalam kondisi tidak bisa jalan, hanya mengandalkan pirasat untuk memasak dan bertahan hidup. Dalam kesendiriannya, nenek berusia 90 tahun ini cukup tabah menjalani sisa usianya yang hanya mengandalkan pendengaran saat menyambut kedatangan kami. Sungguh memprihatinkan.

Kedatangan kami disambut sang nenek yang hanya tidur beralaskan kain lusuh yang sepertinya lama tidak di cuci, sekitar tempat nenek istirahat pun penuh kayu bakar dan perabot rumah yang berserakan. Seperti sang nenek dalam kesehariannya, bahkan mungkin beberapa tahun ini selalu bercengkrama dengan kain kotor dan bau yang sangat tidak sedap.

Ditengah kondisi sakit dan sangat kurus, nenek Kude terkadang hanya memperoleh asupan masakannya sendiri yang tak layak bagi kami untuk di konsumsi. Dengan menggunakan kayu bakar dan baskom besi sebagai alat memasak nasi, membuat kondisi kesehatanpun semakin memprihatinkan. Hanya masyarakat tertentu saja yang terkadang memantau kondisi si nenek Kude.

Masyarakat setempat berharap, ada pihak yang dapat merelokasikan tempat tinggalnya serta memberikan perhatian khusus, dari Dinas atau Pemerintah Kabupaten Pangkep. Agar nenek yang kini hidupnya cukup memprihatikan dalam kondisi sakit-sakitan segera diperhatikan, mengingat kesehatannys yang kini mulai pikun.

Semoga Pemerintah Kabupaten Pangkep atau Dinas terkait dapat memberikan solusi untuk merelokasi yang dekat dengan warga setempat agar si nenek mendapatkan hak hidupnya sebagai warga negara, sebagai mana tertuang dalam Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

Semoga informasi ini dapat menjadi acuan untuk pemerintah memberikan perhatian khusus kepada nenek Kude yang saat ini tinggal sendirian di gubuk reotnya.

(Rohena/ Taslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *