METROPOLITAN

Usai Wasilah Subuh, Pengurus IMANI Indonesia Menjenguk Abi Syakrim Ulama Sepuh Betawi

Jakarta, penapersatuan.com – Pengurus Inovasi Mubaligh Nurul Ibad (IMANI) Indonesia mengunjungi Abih Syakrim, Ulama Sepuh Betawi , Sabtu pagi setelah acara Wasilah Subuh di Masjid Nurul Ibad, Lubang buaya (17/06).

KH Ibnu Mulkan selaku ketua Umum Imani Indonesia mengatakan, “KH Muhammad Syakrim atau yang memiliki sapaan akrab Abih Syakrim sedang kurang sehat, dan Alhamdulilah pengurus Imanii Indonesia bisa menengok beliau. Semoga dengan dikunjungi pengurus Imanii Indonesia kesehatan Abih Syakrim bisa kembali pulih, Aaamin.

KH Ibnu Mulkan, putra KH Muh Syakrim mengatakan, ayahandanya merupakan pejuang NU sejak 1955.

“Ayahanda merupakan pejuang NU di tanah Betawi, saya sangat bersyukur perjuangan beliau sejak muda di NU sehingga bisa mendapatkan amanah menjadi Mustasyar PBNU, semoga Ayahanda selalu sehat dan amanah,” kata Ibnu Mulkan yang juga menjabat sebagai Ketua Rois Syuriah PCNU Jakarta Timur.

Mengenal Sosok Abi Syakrim, Ulama Sepuh Betawi

Abih Syakrim merupakan tokoh NU kharimastik yang memiliki kiprah di berbagai bidang perjuangan. Baik dalam bidang pendidikan, politik, maupun organisasi sosial keagamaan.

Di ranah politik, Abih Syakrim pernah tercatat aktif di Partai persatuan pembangunan (PPP). Ia juga merupakan pensiunan Pemda DKI di kecamatan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Sementara di ranah pendidikan, Abih Syakrim mengenyam pendidikan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan menjadi pendiri Yayasan Pesantren Nurul Ibad, yang menyelenggarakan pendidikan dari taman kanak-kanak, tsanawiyah, Aliyah, dan beberapa pesantren yang baru dibangun di Bogor.

Kiai kelahiran di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 9 April 1935 ini sebelumnya masuk dalam jajaran Mustasyar di PWNU DKI Jakarta. Bahkan ia pernah menjadi saksi mata peristiwa tahun 1965 dilubang saat pemberontakan PKI menghasut warga Lubang Buaya.

Abih Syakrim adalah ulama sepuh asli Betawi yang memiliki sepak terjang ke NU-an sejak tahun 1955. Selain ulama kultur NU, Abih Syakrim juga malang melintang dalam kepengurusan NU. Mulai tingkat ranting hingga kini menjadi Mustasyar PBNU.

Abih Syakrim yang juga pernah mendapatkan penghargaan Sakinah Teladan di DKI Jakarta ini terlahir dari pasangan H. Gamer dan Hj. Penah dan memiliki sanad keilmuan langsung dari Abah Falak waliyullah pendiri Pondok Pesantren Al-Falak pagentongan Bogor.

Aktivitas dakwah pendidikannya banyak mendidik dan mengasuh anak yatim piatu, anak gelandangan, anak jalanan dan anak terlantar. Ia mempunyai nasihat yang sering diungkapkan dibeberapa kesempatan. Salah satunya terkait kesulitan finansial.

“Nggak susah-susah minta tolong orang lain, tapi langsung minta tolong kepada Allah. Berpikir jangan khawatir, perbanyak Dzikir, rezeki ngalir jangan kikir,” pesannya.

Abih KH. M Syakrim juga terkenal sebagai ulama sepuh yang selalu konsisten memperjuangkan nilai nilai Ahlu Sunnah wal jamaah.

(Cekre/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *