KOLOM

FILOSOFI SAYA BERVESPA

Oleh: Heru Ubandono Asmara

Hidup adalah sebuah perjalanan..
Bagi yang suka dan hoby Skuter Vespa, apalagi yang sering touring , pasti mengerti bener akan cerita berikut ini.

Saat kita mengendarai Vespa pasti kita menemui tanjakan dan juga turunan.

Saat kita sedang menanjak, janganlah terlalu bernafsu untuk cepat² mencapai puncak/tujuan… atur gas, atur gigi persneling dan juga kecepatannya agar lebih efektif mencapai tujuan, namun tetap konsentrasi pada saat menghadapi turunan.

Begitupun saat kita sedang menurun, janganlah mudah kaget hingga terlalu cepat menarik rem, anda bisa terjungkal dan terjatuh alias nyungsep.

Ikuti saja alur jalannya, seimbangkan remnya, ambil momentum dari putaran rodanya, sehingga saat kita menanjak kita bisa memanfaatkan putaran saat turun itu untuk kembali menanjak, sehingga tidak perlu banyak membuka gas yang berakibat kita membuang BBM dengan sia sia.

Naik Vespa itu bukan masalah jumlah/jauhnya kilometer yang kita capai.. tapi lebih kepada bagaimana kita bisa menikmati perjalanan dan melakukan setiap usaha untuk mencapai tujuan akhir.

Begitupun kehidupan.
Hidup kita menarik bukan karena jumlah umur, tapi bagaimana kita menikmati setiap detik untuk mencapai umur tersebut.

Kita bangga mengendarai Vespa juga bukan karena sparepart bagus yang ada di dalamnya, tapi bagaimana kita menggunakannya untuk membuat sebuah perjalanan yang menarik saat mengendarainya, yang bisa kita nikmati, bisa kita ceritakan. Vespa bukan untuk pajangan karena kita bangga bisa membelinya dengan harga mahal.

Begitu pula kehidupan, Kehidupan bukanlah masalah harta yang kita dapatkan, tapi bagaimana memaknai harta yang kita punya untuk membuat hidup kita lebih berharga secara lahlr dan batin, bukan secara nominal.

Ada pepatah Jawa bilang, “urip kuwi golek jeneng ojo golek jenang”
Artinya begini “hidup itu cari nama bukan cari makan..”, maknanya kira² begini.
Hidup itu harus bermanfaat (bagi orang banyak) sehingga nama kita akan diingat yang baiknya, bukan hidup hanya untuk mencari harta tanpa membuat perbedaan apa-apa.

Sama dengan Vespa, buat apa punya Vespa kalau cerita yang kita punya hanya pada saat kita membelinya, bukan pada saat mengendarainya. Bukankah saat mengendarai Vespa kita terlihat dan terasa lebih membanggakan dan menarik?

Semoga bermanfaat.

Penulis adalah pecinta Vespa dan aktif dalam Club STMJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *