Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan Sampai Lebaran

Jakarta, penapersatuan.com – Saat ini Indonesia tengah bersiap untuk menjaga harga bahan pokok agar tetap stabil menjelang Ramadan dan Idul Fitri atau Lebaran 2023 mendatang.

Hal ini bukan perkara mudah, apalagi ada pengaruh dari disrupsi rantai pasok yang membuat harga energi dan pangan dunia menjadi naik.

Memang ini persiapan untuk Lebaran ini, kita dari sekarang (mempersiapkan), walaupun tidak mudah, karena harga pangan dunia ini kan gara-gara (perang) Rusia-Ukraina ini, masing-masing negara telah menahan produksi pangannya, ini membuat harga pangan mengalami kenaikan.

Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk mengendalikan harga. Salah satunya adalah subsidi biaya angkut logistik beberapa komoditas. Skema ini yang memang sudah dijalankan dalam menghadapi lonjakan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Skema yang sama tetap akan diberlakukan untuk menjaga harga pangan jelang lebaran 2023. Skema kenaikan. harga pangan dan kebutuhan pokok yang terjadi di pasaran, diantisipasi oleh pemerintah, dengan berbagai subsidi untuk menekan harga, seperti subsidi ongkos kirim.

Seperti dicontohkan oleh Menteri perdagangan, mulai subsidi ongkos kirim sampai subsidi harga. “Jadi misalnya telur dari Blitar dibawa ke Jakarta, ongkosnya dibayar oleh pemerintah, kalau sampai naik lagi kita subsidi harga,” kata Zulkifli Hasan.

“Kementrian perdagangan telah melakukan subsidi pembeluan beras sebesar Rp 1.000 sekilo. Bulog jual Rp 8.200 (dari gudang) di pasar Rp 9.450 (per kilogram) disubsidi, jadi kalau pertama subsidi ongkos, kedua kalau gak mempan juga subsidi di harga,” sambung Mendag Zulkifli Hasan.

Jelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah, kondisi harga dan ketersediaan kebutuhafn pokok masyarakat yang cenderung naik akibat naiknya Harga BBM ditambah pajak dan juga efek aji mumpung jelang Lebaran perlu ditempuh sejak dini.

Agar terpantau stabil dan terkendali, langkah kongkrit pengendalian inflasi di daerah tahun 2023 dengan melibatkan banyak stakeholder Kebutuhan pokok seperti perwakilan pejabat Forkopimda, Perum Bulog Cabang Probolinggo, serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab.

Perlunya pemantau Harga sekaligus menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok dan terus melaksanakan operasi pasar untuk mendukung pengendalian inflasi menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Disamping upaya-upaya yang sudah berjalan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya inflasi , perlu juga menganalisa kembali ketersediaan sembako pada distributor-distributor yang ada di pasaran.

Terutama yang menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti telur, beras, gula dan minyak goreng yang biasanya akan mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Dan tak kalah penting adalah pengawasan barang bahan Pokok, makanan-minuman serta obat-obatan agar diperhatikan masa Edaran (tanggal kadaluarsa terakhir).

Tidak hanya itu, tingkat kehalalan produk serta kualitas, juga harus diperhatikan dengan melihat mutu dan labeling standar yang ada di kemasan produk.

Mengenai Kebutuhan pangan, saat ini sedang masuk musim tanam padi, stok beras Perum Bulog juga dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Untuk memastikannya segera meminta laporan stok beras yang saat ini ada di perusahaan-perusahaan penggilingan padi yang ada. Penting sekali di jelang puasa dan Lebaran dengan memperbanyak intensitas giat pasar murah menjelang Idul Fitri.

Dalam hal ini, strategi yang ditekankan agar juga mengakomodir produk produk UMKM yang nantinya bisa dijual di pasar murah. Ini tentu akan melibatkan banyak pihak dalam pengendalian inflasi ini, baik melalui mitra CSR dan perusahaan swasta untuk mengadakan giat pasar murah.

Bisa untuk masyarakat umum ataupun untuk karyawannya sendiri. Intinya masyarakat kita bisa memenuhi kebutuhannya dengan mudah dan harga normal dengan mengoptimalkan upaya-upaya tersebut, maka dengan sendiri laju inflasi akan tetap terkendali sehingga harga-harga bahan pokok tidak terlalu meroket.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *