DAERAHEKONOMI

Prediksi 2023 Panen Raya di Bulan Juni

Purbalingga, penapersatuan.com – Senin (27/02/2023). Untuk melihat ketahanan pangan pada musim tanam tahun 2023 di wilayah Kec Bukateja Kab Purbalingga Jawa Tengah dipastikan panen raya akan terjadi pada bulan Juni mendatang.

“Sekarang baru masa musim tanam. Setelah 2 bulan tanah tak bisa diairi karena rusaknya jaringan irigasi di wilayah timur Kecamatan yakni di kec Rakit ,Banjarnegara,” kata Aji.

Keluhan ini sudah disampaikan tiga bulan yang lalu dan jaringan irigasi belum diperbaiki.Praktis, hanya mengandalkan giliran air dari atas.Padahal realitas saluran irigasi yang bocor sepanjang 4 Kecamatan, akan sangat berdampak dengan ketahanan pangan di wilayah Rakit sendiri, belum lagi kec Bukateja, Kemangkon dan juga sebagian Kalimanah.

Padahal realitas saluran irigasi yang bocor sepanjang 4 Kecamatan, akan sangat berdampak dengan ketahanan pangan di wilayah Rakit sendiri, belum lagi kec Bukateja, Kemangkon dan juga sebagian Kalimanah.Namun sebagian petani tidak mengandalkan padi. Tanaman agroindustri pertanian dari jeruk lemon jambu Jamaika, Jagung, Palawija sudah digalakan jauh-jauh hari.

Namun sebagian petani tidak mengandalkan padi. Tanaman agroindustri pertanian dari jeruk lemon jambu Jamaika, Jagung, Palawija sudah digalakan jauh-jauh hari.

Ini bertujuan untuk melihat peluang pemanfaatan sebagai lahan pertanian tambahan umbi-umbian atau tanaman Palawija (tanaman pilihan kedua setelah tanaman utama dipanen), kacang-kacangan, sayuran, dan apotik hidup. “Panen jagung kali ini harga cukup baik, Rp 5000,-/kg,” kata Warsono.

Sementara untuk jambu Cristal sudah mencapai 3000 per kilo. Lain lagi jeruk lemon saat kebutuhan melonjak bisa mencapai 15.000-25.000/kg.

Sementara untuk tanaman Cabai, saat ini kelompok Tani mencoba mengembangkan tanaman sayur, tanaman hias, rempah dan bumbu serta bibit buah.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi ketahanan pangan di bulan-bulan mendatang yang akan datang, menghadapi puasa serta Lebaran,” pungkas Aji.

Ini bertujuan untuk melihat peluang pemanfaatan sebagai lahan pertanian tambahan umbi-umbian atau tanaman Palawija (tanaman pilihan kedua setelah tanaman utama dipanen), kacang-kacangan, sayuran, dan apotik hidup. “Panen jagung kali ini harga cukup baik, Rp 5000,-/kg,” kata Warsono.

Jagung

Sementara untuk jambu Cristal sudah mencapai 3000 per kilo. Lain lagi jeruk lemon saat kebutuhan melonjak bisa mencapai 15.000-25.000/kg.

Sementara untuk tanaman Cabai, saat ini kelompok Tani mencoba mengembangkan tanaman sayur, tanaman hias, rempah dan bumbu serta bibit buah.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi ketahanan pangan di bulan-bulan mendatang yang akan datang, menghadapi puasa serta Lebaran,” pungkas Aji.

Sektor peternakan dan perikanan, di bulan Maret juga akan mulai bergerak, sehingga pas di bulan puasa serta lebaran bisa sedikit istirahat dari kerja ekstra keras.

(Aji S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *