METROPOLITANTNI/POLRI

TNI Distribusikan Asupan Gizi di Hari Kasih Sayang, 251 Anak di Jakarta Utara Terbebas Stunted

Jakarta, penapersatuan.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0502 Jakarta Utara mendistribusikan paket susu dan telur kepada ratusan keluarga tepat di peringatan hari kasih sayang, Selasa (14/2). Asupan gizi kaya akan protein ini dimaksudkan mendorong turunnya angka anak penderita stunted di Jakarta Utara.

Komandan Kodim 0502 Jakarta Utara, Kolonel Infanteri Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang mengatakan, pendistribusian 244 paket susu dan telur dikhususkan bagi keluarga yang anaknya mengalami stunted di lima kelurahan pada masing-masing wilayah Komando Rayon Militer (Koramil) se-Jakarta Utara. Tentunya paket ini sebagai upaya mendorong turunnya angka penderita stunted yang disebabkan kurangnya asupan gizi anak.

“Bertepatan hari kasih sayang, kami mencoba untuk berbagi kepada sesama, khususnya warga yang anak-anaknya menderita stunted. Tujuannya berkurang signifikan anak-anak yang menderita stunted di wilayah kita,” kata Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang saat ditemui di Kodim 0502 Jakarta Utara, Selasa (14/2).

Tidak berhenti di sini, dia memastikan jajarannya bersama Forum Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara berkesinambungan mencatat perkembangan anak penderita stunted melalui lembar kontrol selama tiga bulan ke depan. Lembar kontrol tersebut dijadikan sebagai alat kendali sehingga terdapat penurunan angka anak penderita stunted di Jakarta Utara.

“Kita coba selama tiga bulan. Ada lembar kontrol yang nantinya Bhabinsa, Binmas, dan unsur Puskesmas mencatat perkembangan anak yang tujuannya berkurang signifikan anak-anak yang menderita stunted,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menyebut 251 dari 1.822 anak terbebas dari stunded. Stunted yang dialami terlihat dari indikator kurangnya tinggi anak se-usianya sesuai standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

“Kita optimis bahwa stunted bukan sampai mengganggu perkembangan otak. Kita ukur ternyata anak kurang tinggi di usianya berdasarkan standar WHO. Ini kita bantu antara lain dengan kegiatan seperti ini. Semua pihak terlibat termasuk Forkopimpko yang menjadikan prioritas terhadap asupan gizi anak,” papar Ali Maulana Hakim.

Tak hanya fokus pada penanggulanan stunted, dia menerangkan anak remaja dan pasangan yang baru menikah menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya dalam pencegahan stunted. Sosialisasi digencarkan, termasuk pengecekan sekaligus pemberian vitamin penambah darah bagi calon ibu yang menderita anemia.

“Kasus stunted ini harus dituntaskan menyeluruh. Sejak remaja dan pasangan yang baru menikah kami berikan sosialisasi. Kesehatan remaja yang merupakan calon ibu kita cek darahnya apakah anemia atau tidak. Kalau anemia kita berikan obat penambah darah karena itu memicu terjadinya stunted. Begitu pun masa kehamilan dan masa perkembangan anak dicek melalui pelayanan Posyandu,” tutupnya.

(Rohena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *