Jalan Berliku Menuju Pemilu 2024

Purbalingga, penapersatuan.com – Bertempat di RM Klawing Sonten, Kecamatan Bojongsari Purbalingga, Jum’at , 20 Januari 2023/27 Jumadil Akhir 1444 H, diadakan Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah oleh Sekretariat DPRD I Jawa Tengah dengan menghadirkan pembicara Hj Nurul Hidayah S, SH. MSi (Anggota FPPP Komisi C DPRD I Jawa Tengah), Eko Setiawan (Ketua KPU Purbalingga) dan Dr. Indaru S Nurprojo (dosen FISIP Universitas Jendral Sudirman /Unsoed, Purwokerto).

Dalam makalah “Jalan Berliku Menuju Pemilu 2024” Hj Nurul Hidayah S menyampaikan bahwa kegiatan ini akan membuka wawasan bahwa politik adalah modal penting dalam pembangunan.
“Dalam kesempatan ini, saya mengajak untuk mencintai “marwah” kita untuk memajukan Purbalingga yang kita cintai ini,” buka Hj Nurul.

“Pada pemilu 2024, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap dengan sistem proposional terbuka atau tertutup, secara prinsip PPP siap. Demikian pun dengan pembagian dapil, PPP siap bertanding,” jelas Hj Nurul Hidayah.

“Mudah-mudahan melalui agenda kegiatan ini, warga terpanggil untuk maju menjadi calon legislatif dari PPP. Dan kegiatan ini akan dapat ditindaklanjuti lebih baik dan representatif lagi,” pungkas Hj Nurul.

Sosialisasi kedua disampaikan Dr Indaru S Nurprojo menyatakan jalan berliku pemilu 2024, di mana kita belajar dari Pemilu 2019 maka keterpilihan calon tergantung dengan calon presidennya. “Ini menjadi pengaruh, mudah-mudahan PPP bisa membaca prospektif Capres. Kedua terkait kertas pemilu yang jumlahnya 5 kartu suara,” buka Dr. Indaru.

Penting juga bagi partai untuk mengamati era distrupsi para perilaku politik masyarakat. “Era disrupsi menuntut parpol menyesuaikan strategi branding politiknya di era ini,” lanjut Indaru.

Berdasar survey Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) pemilu 2024 mendatangakan didominasi oleh kaum Generasi Z dan milenial , usia 17-39 tahun mendekati 60%.

“Ini perlu pemetaan dan pendekatan melalui media digital seperti media sosial. Strategi kampanye dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Instalgran, Twitter, Telegram dan sejenisnya menjadi penghubung antara para calon dalam pemilu 2024 dengan para calon konstituennya.Agar terjadi efektifitas gerakan untuk menggarap basis pemilih,” lanjut Dr Indaru.

Karena itu, sasaran dan targetnya harus jelas.”Orang lupa wilayah kerja politik pada anak milenial dengan melihat senang. Banyak hal yang bisa digarap. Selain itu membina dan membangun parpol jangan menjelang pemilu saja, namun diharapkan bisa setiap saar, karena dinamika politik selalu berubah setiap waktu,” lanjut Dr Indaru.

Ketua KPU Purbalingga, Eko Setiawan menyampaikan beberapa informasi terkait Pemilu 2024. “Kadang saya khawatir, eforia pemilu hanya terjadi di penyelenggara Pemilu. Padahal tahapan pemilu sudah berjalan 7 bulan dan tahapan dan jadwal pemilu belum tersosialiasikan secara maksimal ke masyarakat,” buka Ketua KPU Purbalingga.

Pemilu 2024 akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 untuk legislatif, sedangkan pilkada dan pilpres pada 26 Juni 2024. KPU sudah menetapkan 18 partai politik dan 6 partai lokal pada 14 Desember 2022.

“Oleh karena itu dalam forum-forum seperti ini, kita sudah masuk tahapan pemilu sehingga agar masyarakat tahu dan mudah dimudah dikawal, masyarakat bisa berpartisipasi sehingga pemilu bisa berjalan dengan baik,” lanjut Eko S.

Mengenai daerah pemilihan, akan diketahui secara pasti pada 9 Februari 2023. “Penataan dapil masih menunggu, karena masih di tata kelola ulang lagi,” tambahnya.

Masa pencalonan legislatif akan dimulai April 2023 dan ditetapkan menjadi calon tetap pada 26 Nopember 2023. “Pada situasi ini , KPU menghitung sampai jelang pemungutan suara, proses pencetakan sampai distribusi kartu suara sampai TPS,” tambah Eko S.

“Karena itu KPU merangkul semua kepentingan termasuk pemilih untuk mensukseskan Pemilu,” pungkas Eko Setiawan, Ketua KPU Purbalingga.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *