Kritisi Romy, GPK Sulawesi Tenggara Minta ICW Jangan Asal Bicara

Jakarta, penapersatuan.com – Kritikan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai kembalinya mantan Ketum PPP Romahurmuziy ke PPP mendapatkan tanggapan dari sayap muda partai berlambang Ka’bah, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK).

Pimpinan Wilayah GPK Sulawesi Tenggara Muhammad Bakri AR meminta kepada ICW untuk tidak asal serampangan bicara. Sebagai kader PPP dirinya mendukung Romy sapaan dari Romahurmuziy yang kembali menjadi pengurus PPP.

“Jika model bicara ICW seperti itu, kami dapat menilai ICW telah menjadi kaki tangan kaum Oportunis dengan berlindung dibawah ketiak kelompok Sekuler, demi untuk mendapatkan kepentingan sesaat,” papar Muhammad Bakri dalam rilisnya yang diterima penapersatuan.com.

“Oleh sebab itu kami sebagai kader muda PPP yang tergabung dalam GPK bertanya, kapasitas apa yang ada pada diri ICW sampai mengkritik Romy yang kembali bergabung ke PPP. Romy adalah kader PPP, yang dalam kasus hukumnya telah dijalankan tanpa dicabut hak Politiknya,” terang Bakri.

Bakri juga mengatakan, ini kan aneh bin ajaib si-ICW ini, banyak politisi lain yang kasusnya jauh lebih parah dari Romy dan kembali ber-partai tapi kok ICW justru membisu dan pura-pura buta?

“Apa mungkin karena mereka sama nasionalis, sehingga ICW mencoba bisu. Kenapa justru Romy yang partainya berasas Islam yang malah menjadi sasaran empuk kritik dari ICW. Aneh kan? Atau jangan-jangan ICW anti Islam?” lanjut Bakri.

Lebih lanjut Bakri mengatakan, kita bingung, kita juga sama-sama tau bahwa ICW itu bukan siapa-siapa, bukan juga lembaga yg bersertifikat untuk menilai kode etik seseorang atau partai tertentu.

“Tapi kok kenyataannya, ICW sudah melenceng dari fungsi organisasinya. Kalau ICW modelnya semacam ini, dapat diibaratkan sebuah organisasi “gila urusan’,” tutup Bakri tegas.

(Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *