Singgung Romahurmuziy, GPK: Kami Menduga ICW Dihinggapi Kaum Sekuler

Jakarta, penapersatuan.com – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ka’bah (PP GKP) M. Thobahul Aftoni menyayangkan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang masih mempermasalahkan kembalinya Romahurmuziy dalam struktur kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

ICW dinilai tidak menghormati hukum karena Romahurmuziy telah selesai menyelesaikan semua proses hukum yang telah dijalani. Demikian disampaikan Aftoni di sela-sela acara Haul KH. M. Dimyati Adnan di Ponpes Abu Dzarrin, Bojonegoro.

“Saya tidak pernah mendengar ICW berkomentar tentang kembalinya para terpidana korupsi yang bahkan lebih berat dan lebih besar kembali ke partai-partai nasionalis. Saya menduga ICW dihinggapi kaum sekularis yang anti agama, anti Islam karena mereka selalu menyerang partai-partai Islam,” kata Aftoni.

Ia menambahkan bahwa Rommy (sapaan akrab Romahurmuziy) berhak kembali ke politik. Alasan etik yang disampaikan ICW hanya mengada-ngada dan tidak punya dasar. Semua orang yang sudah melalui proses hukum bisa kembali ke profesinya.

Contoh, masih terang Aftoni, seorang pelawak salah ucap kemudian dihukum, maka ia bisa kembali menjadi pelawak. Begitu juga dengan dokter yang melakukan kesalahan kemudian izinnya tak dicabut, apakah ia tetap boleh berpraktek.

“ICW ini lembaga apa? Sejak kapan ICW menjadi lembaga etik? KPK saja sudah menyatakan menghormati hak berserikat,” ujar Aftoni.

Selama ini ICW menurut Aftoni berdalih menjunjung HAM dan kebebasan sipil. “Namun justru ICW yang melanggar hal itu semua dan terlampau jauh mencampuri hal yang di luar kewenangannya,” pungkas Aftoni.

(Red/Mie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *