Ketum SIB Ingatkan Penentuan Sekda Jangan Seperti ‘Beli Kucing dalam Karung’ Harus Prioritaskan Figur yang Memahami Budaya Betawi

Jakarta, penapersatuan.com – Berdasarkan dokumen Pengumuman Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda DKI Jakarta yang ditandatangani oleh Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro selaku Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya pada 2 Januari 2023 akhirnya meloloskan 10 nama.

Satu dari nama-nama pelamar posisi pejabat eselon I itu berasal dari luar lingkungan Pemprov DKI, ada juga beberapa pejabat Pemprov DKI yang lolos administrasi seperti Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, serta Asisten Pemerintahan Setda DKI Jakarta Sigit Wijatmoko.

Lolosnya 10 nama pelamar untuk menduduki jabatan eselon I DKI Jakarta itu mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Umum Seniman Intelektual Betawi (SIB) Tahyudin Aditya.

Tahyudin Aditya, Ketua Umum Seniman Intelektual Betawi

Tahyudin berharap jabatan Sekda DKI Jakarta bisa diisi oleh figur yang memahami budaya Betawi. Selain penting hal ini juga sekaligus bentuk penghargaan bagi masyarakat inti Jakarta yakni masyarakat Betawi.

“Jadi saya ingin jangan malah memilih warga dari luar dan tidak memahami budaya Jakarta, yang notabene tak memiliki kedekatan historis dengan warga Jakarta,” terang Tahyudin di Jakarta, Jum’at (6/1/2023).

Tahyudin juga menegaskan dari 10 pelamar Sekda yang lolos harus dipilih yang benar-benar mampu, paham dengan kultur masyarakat Jakarta serta memiliki kedekatan dengan warga Betawi.

“Iya Sekda nanti selain cerdas figur tersebut juga harus mampu memahami kultur dan budaya masyarakat Jakarta dan yang terpenting mampu berkoordinasi dengan Deputi Gubernur Marullah Matali, dalam membangun Jakarta,” papar tokoh Betawi tersebut.

Selain itu, Tahyudin juga mengingatkan Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya jabatan Sekda DKI, untuk bersikap transparan. Jangan sampai, melakukan hal-hal di luar ketentuan. Misalkan, sudah ada sosok yang disiapkan, dan seleksi ini hanya formalitas saja ‘Jangan seperti membeli kucing dalam karung’.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun, masih kata Ketum SIB, harus mempertimbangkan sosok Sekda kedepan, munculkan figur yang memahami warga Betawi. Jangan kembali menyinggung dan membuat perasaan masyarakat Betawi terluka.

“Jabatan Sekda ini merupakan jabatan karir tertinggi bagi ASN. Faktor ini sangat penting agar kondusifitas masyarakat Betawi dapat tetap terjaga,” imbuhnya.

Berikut ini adalah daftar pelamar yang lolos tahap administrasi:

1. Bayu Meghantara (Pemprov DKI)
2 Benni Agus C (Pemprov DKI)
3. Dhany Sukma (Pemprov DKI)
4.Isnawa Adji (Pemprov DKI)
5. Joko Agus Setyono (Badan Pemeriksa Keuangan RI)
6. Junaedi (Pemprov DKI)
7. Michael Rolandi Cesnanta Brata (Pemprov DKI)
8. Sigit Wijatmoko (Pemprov DKI)
9. Syaefullah Hidayat (Pemprov DKI)
10. Wahyu Haryadi (Pemprov DKI).

Adapun peserta seleksi terbuka berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) seluruh Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 110 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

“Seleksi terbuka ini merupakan seleksi untuk menetapkan calon pemangku jabatan pimpinan tinggi madya Sekda Provinsi DKI Jakarta,” demikian isi ketentuan umum yang dilihat, Kamis 22 Desember 2022.

Seleksi dilakukan dengan sistem gugur. Di tahap seleksi administrasi, panitia akan memverifikasi data dan dokumen peserta sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan untuk kemudian hasil verifikasi itu diumumkan melalui laman resmi.

Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, panitia seleksi akan mengusulkan tiga peserta yang dinyatakan lulus hingga tahap akhir untuk diajukan sebagai calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah DKI Jakarta kepada gubernur selaku PPK.

(Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *