Majelis Maulid dan Sholawat Arju Shafa’ah Cipawon Bukateja

Purbalingga, penapersatuan.com – Di pertengahan bulan Nopember, tepatnya pada Minggu (13/11), rumah ustadz ‘Abidin bada shalat Isya telah penuh oleh jamaah rutin dari grup sholawat arju syafa’ah.
Majelis maulid ini memang sudah setahun ini rutin menggelar mauludan, manakiban, yasinan dan membersamai ummat dalam banyak kegiatan keagamaan yang ada di Purbalingga dan sekitarnya.

Malam itu, suasana desa Cipawon, Bukateja, Purbalingga memang sudah memasuki musim penghujan, dingin malam tak menurutkan remaja gabungan pecinta Maulid Nabi SAW.

Di bawah bimbingan para Kyai, majelis ini rutin menggelar acara manakiban, maulid,sholawatan, tawasulan sampai tahlilan.Tak jarang, beberapa acara hajatan juga meminta hadir untuk menyemarakan suasana seperti acara hajatan sampai sunnatan.

Bertepatan malam Senin, acara dibuka dengan membaca maulid Barjanji dan diselingi sholawatan bersama. Suasana khusyu, khudur, khidmat dan syahdu saat acara Mahalul Qiyam (Maulid berdiri), Marhaban ..marhaban ahlan wa sahlan …

Semerbak aroma wangi memenuhi ruangan, alunan rebana nan rancak mengiringi pembacaan Maulid, menyambut kehadiran Nabi SAW.
Mahalul Qiyam adalah bagian tengah dari Kitab Maulid, dibaca tersendiri secara berdiri.Sebab membaca maulid Nabi dari awal sampai tengah , duduk lama terasa penat.

Jeda setelah melantunkan marhabanan, jamaah kembali duduk di tempat masing-masing.Dan melanjutkan pembacaan maulud dengan lagu sholawatan dengan lagu hitz seperti Joko Tingkir, Mars NU, Turi-turi putih dan lain-lain.

Memang jamaah tidak asing dengan perkembangam dunia sholawatan bersama yang semakin berkembang pesat.Di mana gelaran maulud yang hanya biasa digelar di pondok tiap malam Jum’at dan malam Selasa, di mana kini acara maulud digelar kapan sauja.

“Grup kelompok sholawat dari ujung timur dukuh Kembaran ini memang menggelar rutin berkeliling, tergantung permintaan jamaah,” kata ustadz ‘Abidin.

Saat ini grup maulid ini tengah mempersiapkan diri menjadi grup hadrah rebana profesional, dimana anggota rutin ikut, juga sembari mengaji ilmu agama. Tidak hanya itu, seluruh anggota group juga mendapat fasilitas yang memadai selain peralatan hadrah rebana juga pakaian seragam beserta aksesoris lainnya.

Kebetulan, ustadz ‘Abidin yang alumnus Ponpes Darusalam ,Cipawon, Bukateja Purbalingga itu, tidak hanya mengajar santri juga membuka toko santri yang menyediakan peci, sarung, kitab, sajadah, parfum dan lain-lain.

Selain diikuti para remaja, imam dan muadzin mushola juga kini beberapa pelajar dan santri bergabung dari desa-desa sebelah. Setelah acara ditutup dengan doa, acara berakhir dengan makan bersama sembari membincang agenda terdekat rutinan setengah bulanan.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.