Rauhah dan Haul Kedua Singa Podium Kota Tegal ke-2

Kota Tegal, penapersatuan.com – Sabtu dan Minggu , (13-14/11) menjadi puncak Rauhah, Maulid Nabi SAW dan Haul Habib Thohir bin Abdullah al Kaff, Ponpes Darul Hijrah,Jl Dukuh Kota Tegal Jawa Tengah.
Acara yang dimulai dengan ziarah dan rauhah bersambung dengan pembacaan Maulud dan peringatan Haul Habib Tohir bin Abdullah al Kaff ke 2.

Haibab dari Tegal, Pekalongan dan Jakarta berkumpul di Jantung Kota Tegal, Jawa Tengah. Terutama alumni Mahad Maliki ,Mekkah seperti Habib Hamid bin Abdullah al Kaff (Pondok Rangon),Habib Ahmad al Kaff (Cililitan), Habib Ali Zainal Abidin (Condet), Habib Bagir bin Abdullah al Athtas (Pekalongan) dan lain-lain.
Habib Thohir adalah seorang pejuang dakwah dan orator ulung. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berdakwah. Berbagai tempat telah ia rambah, untuk membentengi umat dari pendangkalan akidah.

Gaya berdakwah dai yang satu ini sangat khas, suara bariton yang berat dan dalam. Orasinya terkesan galak, penuh nada kritik namun bertanggung jawab. Sesekali dalam ceramahnya, ia menyelipkan canda-canda yang segar.

Habib Thohir


Jamaahnya banyak tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dialah Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaf, salah satu keluarga Al-Kaf yang paling keras dalam berdakwah dari tujuh bersaudara anak lelaki Habib Abdullah Al-Kaf. Sebagai pendakwah, pria kelahiraan Tegal, 15 Agustus 1960, ini dikenal sangat konsisten dalam membentengi umat dari pendangkalan akidah, terutama oleh berkembangnya aliran sesat.

Habib Thohir mendapatkan pendidikan agama dari ayah, Habib Abdullah Al-Kaf, yang dikenal sebagai ulama senior di Jawa Tengah. Kemudian SD dan SMP Al-Khairiyah di Tegal. Baru, pada tahun 1980, menjadi santri Sayid Al-Maliki di Pesantren Al-Haramayn asy-Asyarifain Makkah. Dia menjadi santri selama enam tahun bersama adiknya, Habib Hamid bin Abdullah Al-Kaf.

Habib Hamid kini dikenal sebagai muballigh dan pemimpin Pondok Pesantren Al-Haramayn asy-Asyarifain, Jln. Ganceng, Pondok Ranggon, Cilangkap, Jakarta Timur.Pulang ke Indonesia tahun 1986, Habib Thohir langsung terjun ke bidang dakwah, dan pernah juga menjadi ustaz dibeberapa pesantren.

Kini, meski berkeluarga di Pekalongan, dia lebih banyak membina umat di Tegal, khususnya di Masjid Zainal Abidin. Di masjid yang terletak di Jalan Duku Tegal itulah, dia mengadakan majelis taklim yang diberi nama “Majelis Taklim Zainal Abidin”. Almarhum wafat pada usia 60 tahun. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Al Hadad Tegal.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.