Silatnas AYSI 2022 , Hadirkan Gus Miftah

Surabaya, penapersatuan.com – Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Jogjakarta, KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengatakan dakwah lewat YouTube (dakwah digital) itu akan bisa menjadikan NU dengan ajarannya yang terdepan.

“Itu karena pistol polisi dengan satu peluru hanya dapat menembak satu kepala, tapi dakwah digital lewat YouTube dengan satu posting saja bisa menembak jutaan kepala. Apalagi kalau kita bersatu seperti dengan AYSI ini, tentu akan menjadi senjata yang menakutkan. Kalau mau posting yang tinggi itu ya kita bersatu,” katanya dalam Silatnas AYSI di Grand Ballroom Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu (5/11/2022) malam.

Pembina AYSI yang merupakan keturunan ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jatim itu menjelaskan santri-santri saat ini hidup di era 5.0 yang ditandai dengan ketergantungan pada teknologi dan IT, sehingga mereka yang menguasai teknologi itulah yang akan menjadi pemenang.

“Charta Politica pada survei Maret 2022 memosisikan saya nomer 2 dalam hastag #gusmiftah dengan 479,6M tayangan dan hanya kalah dari #ganjarpranowo, lainnya juga politisi, sedangkan Poltracking pada survei Mei 2022 tentang penceramah berpengaruh di medsos memposisikan saya di urutan kedua dengan 9,4 persen dan hanya kalah dari UAS dengan 13,9 persen dari 1.220 responden. Kalau offline, saya lebih baik daripada UAS,” katanya.

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu mengaku dirinya bukan bermaksud pamer, namun sebagai Pembina AYSI berkewajiban memotivasi dan menggugah optimisme para santri youtuber agar lebih bersemangat meningkatkan pengaruh pesantren di dunia medsos.

“Pilihannya ada pada kita, apakah kita pilih jadi mufrod yang dinamis atau jadi mabni yang statis, apakah kita mau jadi pemain atau penonton, apakah jadi problem solver atau jadi problem maker, apakah jadi follower atau influencer. Ini tantangan santri kedepan, karena itu kita perlu optimis dengan segala kekurangan dan kelebihan kita, buktinya saya yang santri desa saja bisa,” katanya.

Menurut Gus Miftah yang dekat sejumlah artis ternama, seperti Deddy Corbuzier itu, amplifikasi dakwah digital itu sangat tinggi, apalagi bila para YouTuber Santri itu bersatu, karena dirinya yang tidak seberapa alim saja mampu meng-Islam-kan 235 orang, hanya karena dakwah lewat YouTube.

“Media itu amplifikasinya besar. Kalau pengajian umum itu nggak ada amplifikasi. Apalagi kalau kita bersatu dengan posting konten yang sama secara bareng lewat AYSI, tentu akan mampu menciptakan tokoh yang viral. Viral itu bukan tercemar, karena dampak medsos itu gila, kita bisa naik setinggi mungkin, tapi kalau kurang kreatif bisa jatuh serendah-rendahnya dan habis,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah mencontohkan bagaimana sholawat di club malam mampu mengubah mindset orang Eropa tentang Islam pada tahun 2018, lalu dirinya diundang ke Eropa dan Amerika dan ada bule yang masuk Islam dan juga artis Deddy Corbuzier juga masuk Islam pada 2019. Tahun 2021, dirinya ceramah di Gereja Bethel membuatnya “trending” dan diundang ke AS.
“Saya mau mendirikan Akademi Kebangsaan Gus Miftah untuk memviralkan para dai-dai kita.

Mbah Yai Dimyati Rois menilai saya itu nggak alim tapi hasilnya bisa maksimal, karena banyak orang masuk Islam dengan segala kebodohan saya. Ada atheis yang masuk Islam karena Islam saya itu enjoy, asyik, happy/menyenangkan, kok anda bisa ceramah di gereja dan diterima dengan baik. Deddy Corbuzier juga mau masuk Islam lewat saya yang katanya saya merupakan pintu yang benar. Kalau masuk Islam lewat pintu marah, maka Islam-nya akan keras,” katanya.

Oleh karena itu, Gus Miftah menaruh harapan pada AYSI untuk mendeklarasikan dakwah-dakwah Aswaja yang maslahah dan viral.

“Gus Yasin Jateng itu pintar bikin akun Santri Gayeng untuk melakukan amplifikasi pada Gus Baha’. Jadi, kiai itu nggak harus punya medsos, tiktok, atau akun lain, tapi ada santri yang YouTuber yang melakukan amplifikasi, replikasi, dan duplikasi, apalagi ada AYSI,” katanya.

Untuk memotivasi peserta, Gus Miftah juga mengajak para Youtuber untuk saling berbagi (like dan share) antar peserta menjawab tantangan dakwah dari pertanyaan tim media KH Mustammar yang dikelola oleh kalangan santri.Gus Miftah juga berjanji akan membantu tim kreatif dari AYSI untuk memajukan dakwah dari kalangan dai dai NU.
Tidak hanya itu, Gus Miftah berbagi tipe dimana untuk merubah dunia itu tidak mudah membalikan tangan.”Tapi dengan membolak-balikan tangan, mampu merubah dunia,” kata Gus Miftah menutup ceramah.

Dalam Silatnas itu, sejumlah pesantren, masjid dan tokoh inspiratif menerima penghargaan “AYSI Award 2022” dari Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa selaku Pembina AYSI. “Silatnas itu tidak hanya konsolidasi organisasi dan program, tapi kami juga memberikan apresiasi melalui award dan wawasan melalui sharing session,” kata Ketua Umum AYSI Helmy M Noor.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.