Jakarta Utara Gaungkan Budaya Nilai-Nilai Anti Korupsi

Jakarta, penapersatuan.com – Kampanye gerakan anti korupsi terus bergema di Jakarta Utara, salah satunya melalui kegiatan Gebyar Anti Korupsi yang melibatkan para pelajar dan perangkat UKPD terkait. Dengan tema Jakarta Utara Keren Tanpa Korupsi menandakan bahwa semua unsur di Jakarta Utara telah berkomitmen untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi di berbagai sektor.

“Hari ini, tepatnya di SMAN 13 Jakarta kita adakan acara penutupan kegiatan Gebyar Anti Korupsi yang sudah berlangsung selama tiga hari di Jakarta Utara. Intinya adalah bagaimana kita bisa menanamkan sembilan nilai anti korupsi mulai dari jujur sampai sederhana kepada anak-anak sejak dini,” ungkap Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim bersama Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Juaini di SMAN 13 Jakarta, Jumat (4/11).

Ia pun berharap kegiatan Gebyar Anti Korupsi dapat menjadi agenda rutin yang bukan hanya dilaksanakan di sekolah-sekolah tapi juga di tempat keramaian lainnya. “Ini merupakan kegiatan edukasi dan bukti nyata untuk menunjukan komitmen bersama dalam upaya pemberantasan tindakan korupsi. Apalagi ada Bus Anti Korupsi yang representatif menjadi satu moda untuk mensosialisasikan nilai-nilai anti korupsi ke beberapa tempat,” jelas Ali Maulana Hakim.

Rangkaian acara Gebyar Anti Korupsi yang telah berlangsung di SMK 1 Perguruan Cikini, SMKN 56 Jakarta, dan SMAN 13 Jakarta diharapkan menjadi pemacu dan motivasi bagi generasi penerus bangsa untuk membekali diri dengan sembilan nilai-nilai anti korupsi yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, kerja keras, berani, sederhana, dan adil.

Penguatan komitmen tersebut mendapatkan apresiasi dari Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat yang menghadiri secara langsung acara penutupan Gebyar Anti Korupsi Kota Administrasi Jakarta Utara di SMAN 13 Jakarta. “Pak Wali dan seluruh timnya dengan antusias menjalankan gerakan kampanye budaya anti korupsi. Ini adalah ikhtiar bersama sehingga akan terbentuk pemahaman memgenai pentingnya implementasi dari nilai-nilai budaya anti korupsi,” ujar Syaefuloh Hidayat didampingi Inspektur Pembantu Kota Administrasi Jakarta Utara, Junjung Hapoltakan.

Kedepannya, Syaefuloh menyatakan akan membidik lokasi lainnya untuk kegiatan Road Show Bus Anti Korupsi. “Sempat vakum karena pandemi Covid-19 akhirnya tahun ini dijalankan kembali dengan nuansa dan penampilan baru. Bus Anti Korupsi akan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya tapi nanti kita akan terus lanjutkan dengan mengunjungi RPTRA, Ancol, dan tempat keramaian lainnya,” pungkasnya.

(Rohena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.