Road Show Bus Anti Korupsi di SMKN 56 Jakarta

Jakarta, penapersatuan.com – Ratusan pelajar tingkat SD, SMP, SMA/SMK di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Pademangan, dan Penjaringan mengikuti kegiatan Gebyar Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Inspektorat Pembantu Kota Administrasi Jakarta Utara yang bersinergi dengan Sudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Utara dan perangkat UKPD lainnya.

“Dari tiga hari pelaksanaan acara Gebyar Anti Korupsi sekarang sudah masuk di hari kedua dan kegiatan bergulir di wilayah Sudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Utara tepatnya di SMKN 56 Jakarta yang menjadi lokasi penempatan Bus Anti Korupsi,” jelas Inspektur Pembantu Kota Administrasi Jakarta Utara, Junjung Hapoltakan saat membuka acara Gebyar Anti Korupsi di SMKN 56 Jakarta, Kamis (3/11).

Anak-anak sekolah di Jakarta Utara menjadi sasaran utama dalam kegiatan Gebyar Anti Korupsi yang memiliki beragam agenda menarik seperti sosialisasi dengan Bus Anti Korupsi, Talkshow Anti Korupsi, Perpustakaan Keliling, Lomba Edukatif Pelajar, dan lainnya.

“Kita upayakan sejak dini untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi karena pada saatnya nanti mereka inilah yang akan mengambil alih kepemimpinan di pemerintahan ataupun swasta sehingga harapannya mereka akan lebih siap. Diharapkan, apa yang disosialisasikan hari ini dapat memberikan kesan dan terbawa didalam kehidupannya sehari-hari,” tutur Junjung Hapoltakan didampingi Kasudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Utara, Sri Rahayu Asih Subekti.

Semangat untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi terus digaungkan termasuk di kalangan pelajar Jakarta Utara. “Korupsi itu jadi salah satu masalah besar di negara kita dan harus segera diberantas. Untuk itu, dibutuhkan pembekalan yang kuat dan itu bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga,” ucap siswa SMAN 41 Jakarta, Bagus Ananda Suraja.

Ia mengaku mendapatkan tambahan wawasan terkait nilai-nilai anti korupsi dan hal lainnya yang semuanya itu telah dikemas dalam kegiatan Gebyar Anti Korupsi. “Sosialisasi anti korupsi ini adalah kegiatan yang positif dan menarik apalagi disini juga ada lomba edukatif pelajar seperti menggambar bus anti sekolah, cerdas cermat, puisi, yel-yel, membuat karikatur, dan posting foto dengan bus anti korupsi. Pokoknya seru dan menarik,” terang Bagus yang ikut serta dalam lomba yel-yel anti korupsi bersama enam temannya.

(Rohena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.