Peringati Sumpah Pemuda, Kejati DKI Tanam 1.028 Bibit Mangrove di PIK

Jakarta, penapersatuan.com – Kejaksaan Tinggi (Kejari) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta menggelar aksi penanaman 1.028 bibit Mangrove di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (28/10). Aksi digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Utara, Reda Mantovani mengatakan, penanaman mangrove ini merupakan aksi kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Aksi ini pun turut mengundang berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta, organisasi profesi, organisasi kepemudaan, organisasi nasional, hingga pemangku kepentingan lainnya (staleholder).

Acara digelar berbarengan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda agar dapat memaknai rasa mempererat persatuan nasional.

“Ini adalah kegiatan kolaborasi antara Kejati DKI Jakarta dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta. Kita undang juga BUMD dan organisasi-organisasi dan stakeholder,” kata Reda Mantovani saat ditemui di Kawasan Hutan Mangrove Elang Laut, PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (28/10).

Reda berharap, bibit mangrove yang tumbuh dapat menahan abrasi pesisir dan menjadikannya sebagai paru-paru kota.

Tak hanya penanaman bibit mangrove, aksi ini juga dirangkai dengan pelepasan 28 ekor burung sebagai keseimbangan habitat hutan.

“Harapannya paling tidak 1.028 mangrove ini dapat tumbuh beberapa tahun yang akan datang dan menghasilkan oksigen yang baik dan menyerap karbondioksida yang besar. Juga dapat menahan abrasi sehingga air laut ini tidak pasang ke daratan karena ditahan oleh hutan mangrove,” harapnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat turut melestarikan hutan mangrove di pesisir Jakarta ini. “Jangan sampai kita merusak hutan mangrove. Ini penting bagi kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengucapkan terima kasih atas kolaborasi Kejati DKI Jakarta.

”Kami juga tetap berkomitmen mempertahankan kawasan Mangrove yang tersisa untuk menjaga keseimbangan kota Jakarta. Apalagi tanaman Mangrove ini dapat mencegah abrasi hingga menyerap karbon,” tutup Suzi.

(Rohena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.