Majelis Al Mucharoman Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Purbalingga, penapersatuan.com -Suasana halaman Madrasah Ibtidaiyah NU 02 Cipawon, Bukateja, Purbalingga telah dipadati jama’ah masyarakat Desa Cipawon dan sekitarnya yang datang menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (16/10/2022) bertepatan dengan 20.Rabiul.Awal 1444 H.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dibuka dengan penampilan sholawatan bersama dan berlanjut dengan sambutan panitia.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini digelar atas nama warga masyarakat baik dari masyarakat yang di Cipawon, juga yang di perantauan atas nama Majlis Al Mucharoman,” terang panitia acara Syarifudin.

Mewakili pihak desa Cipawon , Sukoyo menyampaikan terima kasih ke segenap panitia dan pentingnya mendidik anak.

Maulid Nabi Muhammad SAW digelar oleh  Majlis Al Mucharoman dengan pembicara Habib Ali bin Umar Al Qithban oleh Majelis Al Mucharoman Wilayah Cipawon, Kec. Bukateja,  Kab Purbalingga Jawa Tengah.

Acara tersebut juga dihadiri Hj. Nurul Hidayah, SH anggota DPRD I Jawa Tengah juga Lia Maghfurah anggota DPRD II Purbalingga Jawa Tengah.

Hj. Nurul Hidayah saat memberikan sambutannya dalam acara

Habib Ali bin Umar Al Qithban, pengasuh Majlis Taklim Riyadus Sholihin, kec Kedungjati, Bukateja Kab Purbalingga menyampaikan tentang pentingnya cinta Nabi Muhammad SAW.

Cintanya sahabat kepada Kanjeng Nabi SAW, sebagaimana hakekat cinta yang sebenarnya adalah mengungkap kembali sejarah Rasulullah SAW.

“Laqad kāna lakum fī rasulillāhi uswatun hasanatul limang kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhira wa żakarallāha kasīrā.”

Yang artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS Al Ahzab Ayat 21).

Cinta dengan kanjeng Nabi dengan mendengar kisah-kisah yang baik. Kanjeng Nabi SAW memiliki ada tiga hal yang membuat orang tertarik. 1. Jamalun, 2. Nawalun, 3..Kamalun.

Ada tiga sifat, Jamalun (indah), sesuatu yang menjadikan orang tertarik. Jamal secara fisiknya dan sifatnya. Nawalun (Loman, suka memberi). Dalam riwayat, ada duit belum dibagi-bagikan, Kanjeng Nabi SAW tidak bisa tidur nyenyak. Kanjeng Nabi suka memberi yang baik. Kamalun, (ganteng, loman dan sempurna). Akhlak kanjeng Nabi Muhamnad SAW.

“Alhamdulillah, sekalipun belum melihat Kanjeng Nabi Muhammad tapi iman kepada Nabi Muhammad SAW,”

Pada kesempatan pengajian akbar tersebut, Hj. Nurul Hidayah S, SH, MSi, yang juga adalah putri sulung H. Supriyadi (alm. Anggota MPR F-PPP) menyampaikan tentang Allah SWT menyatakan tentang sifat Nabi Muhammad SAW dalam Al Quran, QS. At-Taubah [9]: 128;
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بالمؤمنين رَءُوفٌ رَّحِيمٌ  
“Laqod jaakum rosuulun min anfusikam ‘aziizun ‘alaihi maa ‘anittum, harrishun ‘alaikum bil mu’miniina ro-uufurrohim.

Yang artinya: “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah [9]: 128).

Pada ayat di atas, Allah SWT menggambarkan beberapa poin, sifat, dan karakter mulia nan agung yang terdapat dalam diri Nabi Muhammad, yaitu; (1) min anfusikum; (2) azizun; (3) harishun; (4) raufun; dan (5) rahimun.

Selain memberikan trik agar tidak faqir, Hj. Nurul Hidayah juga menyampaikan amalan-amalan yang mudah, agar cepat dikabulkan Allah diantaranya dengan membaca 99 Asmaul Khusna yakni, Ya Rohman Ya Rohim, Ya Fatahu Ya Rozaq, Ya Kafi Ya Mughni bada Subuh sebanyak 100x.

Kedua, melaksanakan 4 rakaat sunnah Dhuha, 2 kali salam.
Ketiga, bada Dzuhur usahakan membaca Laillaha ilalloh al Malikul Haqul Mubin 100x dan keempat, Bada sholat sunnah Ashar, membaca QS Waqii’ah..Kelima, Subhanallohu wabihamdihi subhanalloh adzim 100x.

Acara taligh akbar ini juga sekaligus Peresmian Masjid Nur Hidayah sekaligus acara pemberian santunan kepada anak yatim. Hujan deras yang mengguyur selama pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak menyurutkan semangat jamaah mengikuti acara sampai berakhir.

(AST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.