Komjen Pol (Purn.) Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc., Jenderal Berhati Petani

PENAPERSATUAN – Diusia yang sudah tidak muda, 68 tahun, (lahir 1 Juli 1954 ) Komjen Pol (Purn.) Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc. adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) yang menjabat sejak 24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009. 

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat. Susno sekarang dipercaya menduduki jabatan sebagai ketua Tim Kamus Bahase Kite (Lahat dan Besemah).

Senin (11/7) Pak Susno mengajak pemuda milenial untuk menekuni bertani. “Lahan nggak perlu banyak, seperempat hektar sudah bisa memulai,” ungkapnya. Pak Susno lalu mengestimasi bertani agroindustri (melon.jagung.lada dll) yang   jelas bukan padi bisa meraih  omzet bersih 70%.

“Taruhlah 30% itu untuk modal produksi (bibit, penanaman dan pemupukan). Bertani jangan di Jawa. Mari pulang kampung, garap lahan dan hasilnya bisa ratusan juta,” kata Pak Susno, yang saat ini sedang menggeluti tanaman buah melon.

Keluarga

Susno adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya bernama Duadji dan ibunya bernama Siti Amah. Ia adalah suami dari Herawati dan bapak dari dua orang putri.

Karier

Lulus dari Akabri Kepolisian 1977, Susno yang menghabiskan sebagian kariernya sebagai perwira polisi lalu lintas, dan telah mengunjungi 90 negara untuk belajar menguak kasus korupsi.

Karirnya mulai meningkat ketika ia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta, dan berturut-turut setelah itu Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang. Susno mulai ditarik ke Jakarta, ketika ditugaskan menjadi kepala pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili institusinya membentuk KPK pada tahun 2003.

Tahun 2004 ia ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sekitar tiga tahun di PPATK, Susno kemudian dilantik sebagai Kapolda Jabar dan sejak Januari 2008 menggantikan Irjen Pol. Soenarko Danu Ardanto. Ia menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri pada Oktober 2008 menggantikan Komjen Pol. Bambang Hendarso Danuri yang telah dilantik sebagai Kapolri.

Susno Duadji sempat menyatakan mundur dari jabatannya pada tanggal 5 November 2009, akan tetapi pada 9 November 2009 ia aktif kembali sebagai Kabareskrim Polri. Namun, pada 24 November 2009 Kapolri secara resmi mengumumkan pemberhentiannya dari jabatan tersebut.

Kode sebutan (call sign) Susno sebagai “Truno 3” atau orang nomor tiga paling berpengaruh di Polri setelah Kapolri dan Wakapolri, menjadi populer di masyarakat umum setelah sering disebut-sebut terutama dalam pembahasan kasus kriminalisasi KPK.

Meskipun demikian, kode resmi untuk Kabareskrim Polri sesungguhnya adalah “Tribrata 5” atau nomor 5 di Polri setelah Kapolri, Wakapolri, Irwasum Polri dan Kabaharkam Polri, sedangkan “Truno 3” adalah kode untuk Direktur III Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Bareskrim Polri.

Adapun Direktur III/Tipikor Bareskrim Polri saat itu adalah Brigjen Pol. Yovianes Mahar yang saat itu menjabat sebagai Irwil II Itwasum Polri. Riwayat karir Susno Duadji selama aktif berkarir di Polri.

Mantan Pama Polres Wonogiri (1978), ini tidak malu-malu mengajak sungguh-sungguh kalangan muda untuk bertani… Sehat dan berkah selalu Pak Sus.

(Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.