Jalan Cadas Opick ‘Tombo Ati’

PENAPERSATUAN – Tak semegah dan semudah menjalani roda kehidupan. Kehidupan Opick Tombo Ati ternyata tidak semulus jalan tol. Namun, penuh onak duri kehidupan.

Di masa mudanya Opick pun pernah merintis karier yang belum jelas juntrungannya. Opick masih konsisten menyempatkan diri mengajar mengaji para remaja yang tinggal di sekitar rumahnya. Bahkan anak yatim piatu. Memang sejak muda, ketika itulah ia mengenal seorang murid ngajinya, yang rupanya terpesona oleh penampilan Opick.

“Saya kaget, kok ada rocker pandai ngaji. Dan suaranya enak lagi,” tutur murid perempuan itu, tiada lain adalah Dian, yang kemudian dipersunting Opick pada 15 Juli 2002, setelah setahun pacaran.

Dan sejak ia menggeluti lagu-lagu nasyid, karirnya mulai merangkak. Suatu ketika itu ia sempat diminta menyusun lagu-lagu religius untuk dimuat dalam album Nasyid, Tausiah dan Dzikir, yang dilengkapi dengan tausiah KH. Arifin Ilham.

Kemudian, pada 2004, ia berkolaborasi dengan penyanyi cilik Amanda dalam lagu Alhamdulillah. Lagu ini semakin ngetop setelah menjadi tema lagu sinetron Anakku bukan Anakku.

Setahun kemudian, tepatnya 2005 Opick menelurkan album Istighfar, yang kontan melejitkan namanya. Dalam salah satu lagu yang termuat dalam album itu, Ya Robbana, Opick berkolaborasi dengan Ustad Jefri Al-Buchori.

“Ketika Opick mengejar dunia, yang dikejar malah menjauh. Tapi, ketika ia mengejar akhirat dengan menelurkan album religius, dunia malah menghampirinya,” komentar Agus, mantan personel grup Snada.

Kini, Opick termasuk artis yang sukses, rezekinya pun melimpah. Melengkapi rasa syukurnya kepada Allah SWT, 21 Desember lalu ia menunaikan ibadah haji. Ketika masih tinggal di rumah mertuanya,

Opick mendapat honorarium album Tombo Ati yang menurut rencana untuk membeli rumah. Tapi, karena jumlahnya tidak cukup, ia memutuskan menggunakannya untuk biaya naik haji. “Alhamdulillah, setelah memutuskan beribadah haji, dalam waktu tiga bulan rezeki justru berdatangan, sehingga saya bisa membeli rumah, mobil, dan segalanya. Memang, ketika rezeki digunakan untuk berhaji, semua jadi berkah,” tuturnya.

Ibadah haji itu rupanya juga ia maksudkan sebagai upaya untuk bertobat. Dulu, ia mengaku, pernah hidup dalam dunia yang serba hitam. “Hidup saya memang pernah berantakan. Tapi sekarang, alhamdulillah, Allah SWT telah memberi hidayah. Dalam hadits qudsi disebutkan, jika orang punya dosa sepenuh langit dan bumi kemudian datang kepada Allah SWT untuk bertobat, ia akan diampuni,” katanya terharu.

“Sebagai muslim yang kurang ilmu dan amal, hanya satu keinginan saya, ‘Ya Allah, mohon kiranya ampunilah saya, dan amal ibadah saya diterima oleh Allah SWT,” katanya dengan lembut.

(Aji Setiawan, mantan wartawan alKisah Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.