Sosok Habib Syech Abdul Qodir Assegaf

PENAPERSATUAN – Habib Syech (lahir 20 September 1961) merupakan putra seorang ulama Habib Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf, pendidikan yang pertama adalah ayah kandungnya. Selain dari itu, beliau juga pernah berguru dan mengambil berkah terhadap sejumlah habaib di Kota Surakarta diantaranya yaitu Al Habib Anis bin Alwi al-Habsyi.

Beliau merupakan pembawa lagu religi bertemakan sholawat bersama grup musik Ahbbabul Musthofa. Ia juga menjabat sebagai A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ pada masa khidmat 2022-2027.

Syech Abdul Qadir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Habib Abdul Qadir bin Abdurrahman Assegaf (tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Assegaf di Pasar Kliwon Solo).

Berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayahnya, Habib Syech mendalami ajaran agama dan akhlak leluhurnya.

Syech Abdul Qodir juga memperoleh pendidikan dari paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaut. Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Habib Muhammad Anis bin Alwiy al Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi).

Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabarannya, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo.

Waktu demi waktu berjalan mengiringi syair cinta Rasul Nya, tanpa di sadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tentang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini, mereka kadang biasa disebut sebagai Syekher mania dari Ahbaabul Mushofa Habib Syech.

Ahbaabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan. Berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthud Duror Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.

Kegiatan pengajian rutin dan dzikir serta sholawat berkembang di berbagai kota seperti Sragen, Kudus, Jepara, Jogja, Solo, Kediri, Sidoarjo, Surabaya dan mulai merambah ke kota-kota Purwokerto, Banjarnegara dan banyak kota lainnya dalam majelis-majelis dzikir dan sholawat. Berbagai majelis shalawat yang ia hadiri selalu dijubeli puluhan hingga ratusan ribu jamaah.

Keunikan penggemar Habib Syech selain berpakaian, sarung, baju, sorban, dan songkok putih mereka juga membawa bendera dari ukuran kecil, sedang sampai besar yang siap dilambai-lambaikan saat alunan rebana berpadu dengan suara emas Habib Syech.

Mereka juga melambaikan tangan dan badan mengikuti alunan musik mirip fans band-band papan atas. Mereka juga mengorganisir diri sebagai pecinta Habib Syech. Selain bendera, mereka membawa juga poster dan memakai atribut pin yang bergambar Habib Syech.

(Red/Ast)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.