Mayada, Ummu Kulsum Versi Indonesia

PENAPERSATUAN – Sosok Kelahiran Bitung, 31 Tahun ini (lahir 20 Oktober 1990) kerap muncul dilayar kaca dengan melantunkan lagu-lagu sholawat. Akhwat tersebut biasa disapa Maya, 31 tahun, yang nama aslinya adalah Umi Mayada. Namanya meroket sejak ia mengeluarkan album Cahaya Rasul 1 pada tahun 1999, kumpulan sholawat yang di masa silam dinyanyikan oleh Ummu Kultsum, penyanyi legendaris Mesir.

Sejak kecil, anak sulung pasangan H. Adnan Ya’qub Limbong dan Hj. Sunarti Yusuf itu sudah belajar mengaji. Maklum, orang tuanya adalah juara qari dan qariah tingkat nasional. Ayahnya, juara MTQ TVRI/RRI 1986,sementara ibundanya juara MTQ Sulawesi Utara.

Minat Maya dalam berqiroah memang sudah tampak sejak kecil. Setiap kali ada tayangan qiraah di televisi, ia langsung duduk bersimpuh lalu menirukan suara qori di layar kaca. Ketika itu orangtuanya mengira anaknya hanya main-main saja.

Bahkan terkadang Maya mengigau membaca Al-Quran layaknya seorang qariah. Mendengar igauan cucunya itu, sang kakek yang kebetulan tidur bersamanya, kontak menangis. “Subhanallah, ini anak mengigaunya saja mengaji, lain daripada yang lain,” kata kakeknya.

Tahu Maya berbakat dalam seni baca Al-Quran, ayahnya mendidik anak sulungnya itu teknik membaca Al-Quran yang benar. Dengan sabar, Adnan Ya’kub menurunkan keahliannya dalam hal qiraah sab’ah (tujuh jenis qiraah) kepada anaknya tercinta. Latihan yang sangat disiplin itu ternyata tidak sia-sia.

Ketika usianya menginjak tujuh tahun, Maya telah menguasai qiraah sab’ah, sehingga berhasil meraih juara I Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional di Jambi pada 1997 untuk kategori anak-anak. Lalu suara emasnya direkam dalam sebuah album qiroah anak-anak.

Sebelum munculnya album Cahaya Rasul 1, terlebih dahulu muncul album ‘Shalawat Nabi Muhammad SAW’ yang diluncurkan berbarengan dengan album qiroah anak-anak. Selain Mayada juga gemar lagu-lagu shalawat, ternyata orang tuanya juga memiliki koleksi album sholawat cukup banyak, sehingga Maya dapat belajar dengan leluasa.

Setelah cukup lancar, ia meluncurkan sebuah album sholawat. Kebetulan, Habib Husein Alaydrus —produser sebuah perusahaan rekaman— tengah mencari artis yang cocok untuk menyanyikan lagu-lagu Ummu Kultsum. Habib Husein Alaydrus pernah ikut terlibat serta dalam perekaman album sholawat Nur Muhammad SAW dan Ziarah Rasul yang dibawakan oleh Haddad Alwi.

Suatu hari, Habib Husein menerima sebuah kaset qiraah Maya, dan langsung tertarik. Ketika menjalani tes rekaman, ternyata Maya mampu melantunkan lagu-lagu Ummu Kultsum. “Pertama kali bikin album, saya grogi. Tapi saya senang, dan seru,” tutur Maya.

Akhirnya, dalam waktu relatif singkat, pada 1999 sebuah album sholawat, Cahaya Rasul 1, berhasil dirilis. Ketika itulah suara Maya banyak terdengar di radio dan televisi, apalagi memasuki bulan Ramadhan.

Sejak itu nama Mayada dikenal luas sebagai penyanyi cilik untuk lagu-lagu shalawat, sejajar dengan Sulis, Wafiq Azizah, dan lain lain. Maya tak pernah khawatir bersaing, sebab baginya persaingan harus dilihat secara positif sebagai fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan).

Bahkan ketika mengikuti MTQ, Maya sering minta sekamar dengan Wafiq Azizah. Setelah album Cahaya Rasul 1, setiap kali menyambut Ramadhan, Maya selalu merilis album sholawat Cahaya Rasul dengan berbagai seri.

Pada tahun 2007, beberapa album religi meledak di pasaran, terlebihnya dari Mayada, dari label Warner Music Indonesia merilis album ‘Cahaya Rasul’ dirilis ulang dalam berbagai volume dari volume 1 hingga volume 8.

Lalu, di album ‘Cahaya Rasul 9’ baru diluncurkan pada tahun itu, dengan lagu hits nya ‘KHOIRUL BARIYYAH’ & ‘MAHA GURU’. Hingga sekarang sudah terbit 14 album, terdiri dari dua belas album Cahaya Rasul (termasuk album studio dan kompilasi), dan dua lagi kaset qiraah dan shalawat.

Sejak itu Mayada sering diundang menggelar konser di berbagai kota-kota besar, termasuk tawaran konser di luar negeri. Beberapa waktu lalu ia menggelar konser di Kuala Lumpur dan Hongkong.

(Red/Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.