Semua Pengurus Harus Punya Komitmen dan Tanggung Jawab untuk Mengembalikan Kejayaan PPP

PENAPERSATUAN – Digelarnya Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP se-Jakarta Pusat, menurut Riano P Ahmad, adalah implementasi semangat dari para pengurus PPP, dirinya juga berharap dengan digelarnya Musancab ini, dapat menjadi awal yang baik untuk kebangkitan PPP.

“Semoga acara Musancab sekaligus konsolidasi ini, bisa terus berkesinambungan dilakukan PPP sampai pada pemilu 2024 nanti,” ucap Riano, saat ditemui dalam acara Musancab PPP se-Jakarta Pusat, di Hotel Bintang, Cikini, Senin malam (9/5/2022).

Menurut tokoh muda yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi itu, pemilu itu sudah tinggal 1 tahun 8 bulan lagi. Artinya, masih kata Riano, PPP memang dituntut harus berjalan dan bekerja dengan cepat.

Acara Musancab PPP se-Jakarta Pusat

“Dengan dimulainya Musancab ini, sebagai pengurus PPP sudah seharusnya dapat memanfaatkan waktu yang terbatas, untuk terus konsolidasi dan menjalankan program-program yang diperintahkan oleh DPP. Saya juga berharap, Musancab ini bisa berjalan baik dan mufakat. Kalau memang ada hal-hal yang kiranya mengganggu, tolong langsung dikomunikasikan. Jangan sampai nanti malah membuat munculnya polemik,” tambah Riano.

Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta itu juga mengatakan, PPP sudah capai dengan adanya konflik yang terjadi. Dinamika konflik yang kemarin itu menjadikan PPP terpuruk. Dirinya sudah tidak mau lagi melihat kebelakang, karena menurutnya sudah saatnya pengurus PPP harus melihat perjuangan PPP ke depan yang tidak mudah.

“Banyaknya partai yang mendaftar di Kemenhumkam adalah tantangan buat PPP. Kita masih bisa bangga menjadi satu-satunya partai yang berasaskan Islam. Tapi, kita juga mesti sadar, saat ini masih banyak yang berpikir kalau PPP adalah partai orang tua juga konservatif. Tapi kalau kita lihat kondisi kepengurusan elit PPP saat ini, kita sudah melihat bagaimana para elit partai kita dalam merubah mindset kalau PPP saat ini, sudah menjadi partai yang modern,” lanjutnya menjelaskan.

Pengurus DPW juga DPC PPP yang hadir dalam Musancab PPP se-Jakarta Pusat

Tokoh muda Betawi yang rela meninggalkan kursi DPRD DKI Jakarta dan memilih kembali pulang ke Ka’bah ini juga mengatakan, ditangan penguruslah PPP dipertaruhkan. Makanya dirinya berharap agar semua pengurus punya komitmen dan tanggung jawab bagaimana mengembalikan kejayaan PPP.

‘Di Jakarta, PPP pernah memperoleh kursi yang bisa dibilang hampir maksimal. Pada saat DKI Jakarta dipimpin oleh almarhum Haji Lulung, PPP punya 10 kursi. Saat ini kursi DPRD di DKI Jakarta sangat minimal untuk PPP, udah gitu numpang lagi dengan fraksi lain. Tentunya ini menjadi pelajaran yang berharga buat kita,” ungkapnya miris.

Menurut Riano, dirinya bisa bergabung kembali dan pulang ke partai berlambang Ka’bah dengan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. “Semoga kedepannya kita bisa bersama-sama mengambil kembali suara-suara PPP yang sempat dipinjam partai lain untuk mengembalikan kejayaan PPP, khususnya di DKI Jakarta,” pungkasnya.

(Fadiel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.