Rendhika D Harsono, Struktur dan Badan Otonom PPP Harus Mampu Mencetak Kader Berjiwa Perwira

PENAPERSATUAN – Jum’at (29/4/2022) kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jl. I Gusti Ngurah Rai Duren Sawit, Jakarta Timur, ramai dihadiri oleh pengurus partai berlambang Ka’bah tersebut, termasuk dengan hadirnya pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-DKI Jakarta.

Berkumpulnya para pengurus itu, dalam rangka silaturahmi di penghujung bulan Ramadhan juga menyambut kedatangan Ketua Umum Pimpinan Nasional Angkatan Muda Ka’bah (PN AMK), Rendhika D Harsono.

Rendhika mengatakan, kedatangannya dalam rangka menjalankan agenda dari PN AMK sekaligus juga dirinya sebagai Ketua DPP PPP. “Saya hadir dalam rangka melakukan silaturahmi dengan pengurus DPW PPP juga pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-DKI Jakarta,” ujar sosok yang juga menjabat Ketua DPP PPP tersebut.

Sebagai Ketua DPP PPP, dirinya mengajak kepada seluruh jajaran pengurus PPP sampai tingkat ranting juga badan otonom (Banom) yang ada dalam PPP, agar segera bentuk kepengurusan Hal itu penting agar kedepannya para pengurus juga Banom PPP berjuang tidak dengan cara pragmatis.

“Kita harus tetap mengedepankan nilai-nilai ideologi, karena nilai-nilai perjuangan Islam itu dapat menjadi satu perekat perjuangan kita dalam membesarkan PPP,” imbuhnya.

Memang, Rendhika melanjutkan, pola pikir masyarakat saat ini sudah berbeda dengan masyarakat yang dulu. Dan ini perlu kita bedah, bagaimana agar benang kusut yang terjadi selama ini, PPP mempunyai peran dalam mengurai permasalahan itu.

“Maka dari itu, penting dan perlu adanya komunikasi serta kolaborasi antara pengurus struktural dengan badan otonom yang ada. Peran struktural itu harus berdampingan dengan peran-peran banom, karena kita sadar dalam masyarakat kita,  ada ruang dimana banom bisa masuk, struktural tidak bisa, begitupun sebaliknya,” papar Rendhika.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh pengurus badan otonom maupun struktural PPP, melakukan langkah-langkah kaderisasi untuk mencetak para perwira yang nantinya siap diturunkan dalam pencalegan.

“Karena kelemahan PPP pada tahun 2019 lalu, perwira kita sedikit yang banyak prajurit. Sedangkan kita tahu kapasitas prajurit itu sudah tidak lagi bisa kita tekan karena sudah maksimal,” tuturnya menjelaskan pentingnya kaderisasi dalam tubuh struktural juga banom PPP.

Tokoh milenial yang tidak pernah berhenti melakukan gerakan-gerakan dalam rangka mendongkrak kembali suara PPP melalui AMK, dengan berbagai tagar kegiatan dalam rangka mengambil ceruk di kalangan milenial juga kaum muda ini juga mengatakan, kita tahu bahwasanya PPP ini bukan merupakan barang baru di DKI Jakarta.

“Tetapi PPP kedepannya akan menjadi sebuah dongeng bilamana para pengurus yang ada di struktural dan di banom PPP tidak bisa mengaktualisasikan program-program yang memang benar-benar dapat menarik simpati masyarakat. Kalau hanya bicara, semua bisa. Tapi untuk mengaktualisasikan apa yang dibicarakan, tidak semua orang mampu. Itulah pentingnya perbanyak perwira dalam PPP,” tutup Rendhika.

Usai acara, PN AMK juga membagikan paket lebaran kepada seluruh pengurus DPW  juga DPC PPP se-DKI Jakarta. Masih dengan tagar ‘Ayo Menebar Kebaikan’. Pemberian paket tersebut diberikan secara simbolis kepada Plt. Ketua Wilayah dan Ketua DPC se-DKI Jakarta.

(Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.