FORMASSI Gelar Giat Bersih-bersih Masjid dan Ramadhan Bergizi

PENAPERSATUAN – Dalam menghayati makna suci bulan Ramadhan, Forum Masyarakat Pejuang Demokrasi (FORMASSI) mengadakan kegiatan bersih-bersih Masjid serta membagikan takjil kepada masyarakat di sekitar Masjid menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam kegiatan yang mengambil tema ‘Bersih-bersih Masjid dan Ramadhan Bergiji’ tersebut, FORMASSI Milenial berkolaborasi dengan komunitas Club Vespa SOC di Masjid Baitul Ikhram Baitul Aqso yang biasa disebut ‘Masjid Merah Putih’ atau Masjid Simbol Negara.

Dalam acara bersih-bersih Masjid tersebut juga dibantu oleh masyarakat sekitar Desa Rancaillat, Kecamatan Kresek, Balaraja, Banten, Minggu (24/42022) mulai pukul  13.00 WIB sampai selesai.

Semua melakukan bersih-bersih Masjid tujuh lantai itu dengan sukacita, selain memberikan lantai Masjid area dalam dan luar, juga membersihkan tempat wudhu dan toilet. Selesai acara bersih-bersih, dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama warga di sekitar Masjid dengan membagikan takjil bubur kacang hijau dan susu sebanyak 500 pak.

Giat bersih-bersih Masjid yang diinisiasi oleh FORMASSI

Menurut Arie Monas, giat yang dilakukan dan dihadiri oleh Ketua Umum FORMASSI, Ibu Lenny Simbolon beserta jajaran DPP juga anggota. Dikarenakan Masjid ini mempunyai sejarah tentang pendiri masjid yang bernama Syech Marawani Angin bin Kamsari Ibu Manti Masrik yang biasa disebut, Syech Marwan.

“Pada tahun 2002, Syech Marwan pernah bercerita bahwa akan ada nantinya sosok yang disebut beliau dengan sebutan Raja Begeng (pemimpin kurus), Perut Tipis (Rajin Puasa) dan Rambut e Ngene (dirinya mencontohkan rambut belah samping, akan bangun jalan panjang, belah gunung, bangun bendungan juga bangun jembatan,” tutur Arie.

Arie melanjutkan ceritanya, menurut Syech Marwan, sosok seperti itulah yang akan membereskan negara ini. Apa yang diceritakan Syech Marwan kalau kita lihat saat ini, merupakan ciri-ciri yang persis merujuk pada Presiden Joko Widodo.

“Namun sayang, beliau wafat pada tahun 2004, sebelum sempat melihat secara langsung bahwa ramalannya tersebut menjadi kenyataan. Beliau dimakamkan berjarak kurang lebih 50 m di belakang Masjid,” ucap Arie dengan nampak sedih.

Saat ini, masih kata Arie, makam Syech Marwan tersebut dijaga oleh keponakan beliau, mengingat dua putra beliau juga telah tiada. Dan masjid ini sekarang dirawat atas swadaya masyarakat sekitar seperti kebersihan, biaya listrik dan lain-lainnya.

Arie dari organ ‘Monas Pondok Labu’ yang kebetulan juga adalah salah satu murid dari Syech Marwan, sangat mengapresiasi kegiatan yg diinisiasi oleh FORMASSI Millenial, dibantu masyarakat sekitar juga dari beberapa organ yg tergabung di ARENA.

“Event FORMASSI ini terkonsep dengan jelas maksud dan tujuannya, event seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Semoga akan tetap konsisten dalam usaha menyelenggarakan program-program yang mewujudkan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.”

“Baik dalam bidang kebudayaan, ekonomi kerakyatan, sosial dengan mengedepankan kerukunan antar umat beragama dalam melawan intoleransi dan radikalisme,” pungkas Arie mengakhiri obrolannya.

(Red/Sob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.