Selain Memperingati Malam Nuzulul Qur’an, PBNU juga Melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Dua Kementerian

PENAPERSATUAN – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Hari Jum’at (22/4) bertepatan malam 21 Ramadhan 1443 H menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an di Pondok Pesantren Darul Rahman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Acara Nuzulul Qur’an yang digelar ba’da tarawih tersebut selain dihadiri Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI juga perwakilan Pengurus Cabang (PCNU) wilayah DKI Jakarta, tutur KH. Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Panitia.

Turut hadir dalam acara, Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Dr. Faiz Syukron Makmun juga Menteri Bappenas, H. Suharso Monoarfa, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf yang didampingi Sekretaris PBNU, H. Saifullah Yusuf, Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qoumas. Selain bekerjasama dengan Bappenas acara tersebut juga bekerjasama dengan Kementrian Agama.

Pada kesempatan itu juga Pengurus PBNU melalui NU Care-LAZISNU yang bekerja sama dengan Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) menyerahkan 50 ribu bingkisan Ramadhan kepada 500 masjid yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Bingkisan itu secara simbolis diserahkan kepada para perwakilan masjid yang hadir dalam Peringatan Malam Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan oleh Pengurus PBNU di Masjid Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/4/2022).

Penyerahan bingkisan secara simbolik yang diberikan dalam acara

Acara Peringatan Nuzulul Qur’an itu juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PBNU dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Agama.

Gus Yahya bersama Menteri PPN Suharso Monoarfa dan Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), menandatangani kerja-sama itu yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh PWNU dan PCNU se-Indonesia.

Agenda Utama NU
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menjelaskan, para pengurus atau jajaran PBNU saat ini sedang tanpa libur mengerjakan seluruh agenda kerja-sama dan program dengan berbagai kementerian. Kerja-sama yang dilakukan menyangkut agenda sosial-ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Namun Gus Yahya mengingatkan kepada para kader dan pengurus, bahwa program-program yang dikerjasamakan dengan banyak pihak itu adalah agenda sekunder atau nomor dua bagi NU.

“Perlu kita semua ingat, bahwa agenda utama dari NU yang tetap adalah agenda keagamaan. Agenda untuk membangun kehidupan beragama di antara umat Islam, menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa maslahat bagi seluruh dunia, umat manusia, dan memberikan panduan bagi umat di dalam menjalankan agama ini dengan sebaik-baiknya. Itulah tujuan didirikannya NU,” jelas Gus Yahya.

Penceramah utama Peringatan Nuzulul Qur’an, KH Syukron Ma’mun (Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman), KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha), KH. Miftahul Akhyar (Rais Syuriah PBNU) dan acara ini pungkasi dengan doa yang dipimpin oleh KH. Said Ansori (Katib ‘Aam PBNU).

(Red/Ast)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.