UMKM Purbalingga Giatkan Pendataan Anggota untuk Masa Depan

PENAPERSATUAN – Memasuki era digital saat ini, para pelaku Industri Kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Purbalingga, didorong memanfaatkan media digital untuk publikasi dan pemasaran produk kreatifnya.

Muhajirin, penggiat UMKM Purbalingga menyatakan, mendorong para pelaku usaha kreatif kabupaten Purbalingga tidak hanya melakukan publikasi produk secara tradisional. “Media digital seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Blog dan e-Commerce, memiliki potensi sangat besar sebagai media publikasi produk UMKM,” katanya Sabtu (16/4/2024).

Publikasi secara tradisional, ungkap Muhajirin, membutuhkan biaya besar dan jangkauannya terbatas. Sedangkan publikasi melalui media digital sangat murah dengan jangkauan yang luar biasa, karena dapat dilihat siapapun baik di Indonesia maupun mancanegara.

“Kendalanya saat pandemi ini adalah modal. Di UMKM Purbalingga ada 250-an anggota yang terdata. Saat ini sedang pendataan ulang anggota, cukup dengan fotocopy identitas KTP/SIM/Paspor, foto terbaru dan iuran sukarela Rp 50.000,- dengan bendahara Puryono,” lanjut Muhajirin.

“Ke depan akan dilakukan pembinaan kepada industri kecil, menengah dan kreatif secara berkelanjutan,” tambah Muhajirin MS.

Biji Kopi yang akan diekspor ke Mesir

Pada medio Maret yang lalu  kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pribumi, Purbalingga, Jawa Tengah memulai ekspor perdana biji kopi robusta ke Mesir. Peluncuran dan pelepasan ekspor perdana ini ditandai dengan prosesi pecah kendi, Rabu (2/3/2022).

Ketua UMKM Pribumi Muhajirin mengungkapkan kopi yang diekspor perdana dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah ini sebanyak 38,4 ton atau 2 muatan truk kontainer. Biji kopi ini diserap dari para petani kopi berbagai kabupaten, termasuk Purbalingga.

UMKM Purbalingga saat melakukan MoU dengan pengusaha Mesir

“Kami sudah kontrak, sudah MoU dengan buyer dari Mesir itu per bulan 10 sampai 15 kontainer dan kontrak sampai satu tahun. Insyaallah, kami mampu, kita punya jaringan dan jaringannya tidak hanya di Purbalingga,” ungkap Muhajirin.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Drs. Agus Winarno MSi mengapresiasi dengan adanya ekspor perdana kopi robusta ini. “Mudah-mudahan perdananya ini ada kelanjutannya sampai never ending,” kata Agus.

(Red/Aji S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.