GPK akan Menjadi Banom yang Solid dalam Mengembalikan Kejayaan PPP di 2024

PENAPERSATUAN – Mengembalikan anjloknya suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu lalu, menjadi PR bagi pengurus juga badan otonom partai berlambang Ka’bah tersebut.

Oleh karenanya, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) sebagai badan otonom PPP terus menggenjot restrukturisasi kepengurusan GPK di semua tingkatan.

Menurut Toni, selaku Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) GPK, bahwa struktur GPK itu sudah terbentuk dan aktif ada sekitar 300 lebih cabang di seluruh Indonesia.

Thobahul Aftoni yang kerap disapa Toni, Sekretaris Jenderal GPK dalam rapat PP GPK. (Ist)

“Artinya, 75% kepengurusan itu sudah ada. dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia saat ini sudah ada sekitar 370 yang terbentuk. Tinggal kita lengkapi lagi daerah-daerah yang belum terbentuk GPK,” terang Toni.

GPK, menurut Toni, adalah badan otonom yang lahir dari PPP. Jadi program GPK juga harus bersinergi dengan PPP agar target mengembalikan kejayaan PPP di 2024 itu bisa terwujud. terutama dalam menggalang pemilih pemuda.

“Jadi untuk mewujudkan semua itu, mau tidak mau banom juga harus total bekerja, mensupport apa yang diharapkan oleh partai. GPK akan tunjukkan totalitasnya pada PPP dalam menjemput kebangkitan terutama pada pemilih pemuda pada pemilu 2024 yang angkanya cukup menentukan” jelas Toni.

Bicara program GPK, menurut Sekjen PPP GPK ini, GPK sedang siapkan program. Mengingat GPK baru selesai Muktamar, dalam satu bulan kedepan GPK akan fokus melakukan restrukturisasi, termasuk penyeragaman visi juga misi sampai tingkat bawah.

“Untuk DKI sendiri kita akan prioritaskan, insya Allah sebelum idul Fitri sudah bisa selesai.” Ujar Toni saat menjelaskan masalah restrukturisasi GPK DKI Jakarta.

Disinggung masalah GPK adalah badan otonom yang sedikit ‘nakal’ dalam artian positif. Toni tersenyum dan mengatakan, seperti yang telah disinggung oleh Ketum GPK, GPK itu memang ada anak-anak nakal nya, tapi yang saya lihat Masih dalam batas kewajaran.

Tony dalam acara Muktamar II GPK

“Nakalnya GPK bukan nakal dalam artian brutal, ini juga harus dijelaskan. GPK itu lebih kritis tepatnya. Ketika ada kebijakan yang diambil PPP tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat juga ulama, disitulah kadang GPK akan ‘bersikap kritis’ agar kebijakan partai sejalan dengan aspirasi umat” ungkap Toni.

GPK kedepan, lanjut Toni, akan menjadi badan otonom yang solid sehingga bisa memaksimalkan peran dan turut berkontribusi mengembalikan kejayaan PPP dengan membuat program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terutama bagi kalangan pemuda.

“Sebagai badan otonom sekaligus petugas partai, apapun yang ditugaskan dalam rangka menjakankan misi dan visi partai, GPK pasti siap,” pungkasnya.

(Mie/Sobari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.