Nahdlatul Ulama (PBNU) ke Depan Netral dan Transparan

PENAPERSATUAN – Ada 13 pengurus PBNU yang berasal dari PPP. Jajaran Syuriah PBNU ada nama KH. Afifudin Muhadjir yang mendapat amanah sebagai Wakil Rais Aam mendampingi Rais Aam KH Miftachul Akhyar. Kiai Afifudin sendiri saat ini menjadi Wakil Ketua Majelis Syariah PPP.

Nama lainnya adalah Ketua Majelis Syariah PPP yang juga adik Said Aqil Siroj, Musthofa Aqil Siroj. Ia didaulat menjadi Rois Syuriah PBNU. Nama lain adalah Wakil Ketua Majelis Syariah PPP KH. Haris Shodaqoh juga menjadi bagian dari Rais Syuriah.

Di jajaran A’wan Syuriah ada beberapa nama elite PPP, diantaranya: Putra Mbah Moen KH. Abdullah Ubab Maimoen, Nyai Hj. Machfudoh Aly Ubaid, Habib Achmad Edrus Alhabsy, dan Endin Aj Soefihara.

Untuk di jajaran Tandfidziyah, Sekretaris Majelis Syariah PPP, Choirul Saleh Rasyid mendapat amanah menjadi salah satu Ketua PBNU.

PBNU Kedepan Netral dan Transparan, pada awak media, KH. Yahya Cholil Staquf menjamin bahwa NU ke depan netral dan juga transparan. “Agenda kerja PBNU Menghadapi era multipolar saat ini. Perlu cara-cara efektif terhadap kepentingan yang berbeda-beda partai ini,” kata KH Yahya Cholil Staquf, menjawab pertanyaan publik terkait banyaknya tokoh partai politik yang masuk dalam kepengurusan PBNU.

Namun, KH Yahya Cholil Staquf menjamin, bahwa itu dalam rangka saling menjaga kepentingan politik. “Karena memang kalau dibersihkan sama sekali dari politik. Tetap saja kepentingan politik bisa saja masuk. Ini dalam rangka saling menjaga dari kepentingan politik masing-masing dan mengklaim kepentingan masing-masing,” lanjut KH. Yahya Cholil Staquf.

Untuk mencairkan suasana dirinya sempat melempar joke segar. “Pasti akan ketahuan kepentingannya, karena memang diakui dalam pengurus PBNU sekarang ada Nusron Wahid (Golkar), yang dari PDI-P jadi Bendum, sebagian juga pengurus PKB,” ujarnya Gus Yahya yang ingin NU kedepan netral dan transparan, soal politik juga keuangan.

Sementara itu, Choirul Saleh Rasyid mengatakan, masuknya jajaran pengurus teras PPP ke dalam kepengurusan PBNU harus diapresiasi. Sebab, akar kelahiran PPP adalah berasal dari rahim NU.

Pria yang juga Sekretaris Majelis Syariah ini mengatakan, dengan masuknya pengurus PBNU dari berbagai golongan akan mempermudah NU dalam menjawab berbagai tangan bangsa yang makin kompleks.

Ia yakin dengan model kepemimpinan Gus Yahya yang mengakomodir banyak perwakilan kelompok, akan membuat NU memberikan kontribusi pemikiran, gagasan dan tindakan nyata dalam membangun negara.

“Pikiran dan tindakan nyata terkait dengan gerakan Islam Indonesia. Apalagi mahfum bagi masyarakat bahwa tantangan zaman ini sangat banyak dan jauh lebih berat,” pungkas pria yang karib disapa CSR ini.

(Red/Aji Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.