9 Tipe Manusia Pencari Sensasi, Anda Termasuk Salah Satunya?

PENAPERSATUAN – Sensasi adalah sesuatu yang membuat perasaan terharu, merangsang emosi yang merusuhkan (menggemparkan) dan terkadang menimbulkan keonaran. Namun begitu, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari hal-hal yang sensasional.

Selama masih ada indra, rasa dan hawa nafsu maka selama itupula setiap orang menginginkan sesuatu yang berbeda dalam hidupnya. Ada saja kelakuan manusia agar mereka diperhatikan dan dikenal oleh masyarakat sekitar. Melakukan hal yang aneh-aneh hanya demi popularitas atau rasa hormat atau takjub dari sesamanya.

Inilah daftar orang-orang yang terbiasa mencari sensasi yang bisa kita temui selama berjalan di dunia yang indah ini:

Artis

Bila artis cari sensasi, banyak orang justru senang dan akhirnya doi dapat banyak pesanan. Yang keterlaluan adalah jika mereka cari sensasi sampai mengorbankan perasaan orang lain bahkan perasaan sendiri, menghina, menjelekkan dan bertindak kasar di depan umum.

Media yang Ditunggangi

Jika media masa sudah di tunggangi oleh politik kepentingan maka berita-berita “sampah” akan diangkat untuk menutupi atau menonjolkan pihak tertentu. Lihat saja media masa tetangga sebelah, ketika mereka berspekulasi soal jatuhnya maskapai penerbangannya. Padahal itu hanyalah usaha untuk menutupi konspirasi dibalik kejadian tersebut.

Marketing

Orang-orang marketing harus pandai cari sensasi : biar produknya semakin populer. Sayang, terkadang hal-hal itu terkesan berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan. Impian untuk menarik lebih banyak costomer (pelanggan) menjadi sebuah jerat yang merugikan diri sendiri. Padahal produk yang bagus dan berkualitas akan populer sendiri seiring dengan manfaatnya yang luar biasa.

Politikus Kacangan

Seperti namanya, politikus jenis ini hanya garing dimulut saja akan tetapi kerja minus. Hanya bisa memanfaatkan media yang memberikan pendidikan moral negatif bagi para pendengarnya. Orang seperti ini tidak dapat dijadikan panutan sehingga tidak pantas ditiru oleh masyarakat.

Preman

Kalau ini, jangan ditanya lagi. Lihat aja tuh di pasar dan di terminal sana! Pakaian dan lengan yang tersobek-sobek, tumit dan kaki celana yang terkoyak-koyak. Lewat didepan anda dengan muka sangar dan mata melotot berharap anda menundukkan kepala. Kalau saya: Ogah!

Kami sendiri menduga bahwa sikap seperti ini termasuk dari bagian masyarakat primitif. Ini bukan profesi, sudah ada TNI/Polri yang siap menjaga dan menjamin keamanan negara.

Seseorang yang Kurang Diperhatikan

Sudah bukan rahasia umum lagi, orang-orang yang kurang diperhatikan, apalagi oleh orang terdekat mereka (keluarga) akan cenderung melakukan aktivitas berlebihan untuk mendapat perhatian yang hilang itu. Cabe-cabean, terong-terongan adalah sensasi yang sengaja diciptakan oleh kaum remaja agar mereka lebih diperhatikan oleh orang lain di sekitar lingkungannya. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika orang tua lebih memperhatikan putra-putrinya untuk menjauhkan mereka dari pergaulan yang buruk.

Seseorang yang Kurang Kerjaan

Mungkin si kawan ini kurang disibukkan dengan aktifitasnya sehari-hari sehingga dia cenderung cari-cari perhatian dengan anda. Menggertak dan marah tanpa alasan yang kuat. Mereka ini seperti orang-orang psikopat yang mengganggu orang lain tanpa alasan.

Seseorang yang Ingin Dihormati, Sayang Tidak Kesampaian alias Orang Sombong

Selama saya berjalan dan berjalan, tidak sedikit orang yang seperti ini saya temukan. Saya mengkategorikan mereka dalam posisi “Gila Hormat”. Mereka seperti kutu yang sulit ditemukan. Ingin rasanya mereka di jepit dengan kedua belah kuku ini sehingga terdengan bunyi “Klik” yang menandatan mereka sudah tak ada lagi.

Seseorang yang sedang tidak puas menjalani hidup

Mereka yang tidak puas sehingga hatinya terasa hampa, biasanya memiliki keinginan yang tergolong unik/ lain dari yang lain. Dia sudah mencapai sesuatu tetapi yang diinginkannya lain dari yang telah terjadi itu. Mereka tidak pernah berpuas diri dan cenderung menginginkan sesuatu yang kemungkinan besar tidak bisa dicapainya. Melainkan ia hanya terbius saja dengan hawa nafsu itu karena salah satu hobinya adalah menonton televisi yang mempopulerkan trend tersebut.

Orang-orang yang mencari sensasi hanyalah artis dan media masa. Itu memang pekerjaan mereka dan mereka dibayar untuk itu. Lha….. Kalau orang-orang seperti kita ini, cari sensasi, siapa yang bayar? Yang ada malah beberapa orang ‘mual’ melihat kita.

Lantas, bagaimana kita menanggapi orang yang suka mencari sensasi dengan melakukan tindakan berlebihan? Enaknya sih, jangan digubris dan jangan juga diejek. Sebab kedua hal itu beresiko membuat mereka semakin nekat. Oleh karena itu lebih baik diabaikan saja, nanti juga berhenti sendiri dan sadar sendiri.

Iya apa iya?!

(Red/Berbagai Sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.