Menyambut Tahun Baru 1 Muharram 1443 H: PPP Optimis Pandemi Akan Segera Usai

PENAPERSATUAN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Mujahadah Merawat Persatuan secara virtual pada hari Selasa 10 Agustus 2021 (1 Muharam 2021)  yang menghadirkan 13 ulama dan habib, serta diikuti oleh semua kader PPP.

Acara dibuka dengan Istigosah dipimpin Dr KH Fadlolan Misyafa, Lc.MA berturut dengan KH Ubaidillah Ubab Maemoen Zubair, KH. KH. Abdul Syukur Chamidy, KH Haris Shodaqoh.

Di momen ini, Ketua Majelis Syariah PPP, Kiai Musthofa Aqil Sirajd yakin Indonesia bisa segera keluar dari pandemi. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya umat Islam untuk melihat situasi pandemi sebagai ujian dari Allah.

“Di momen tahun baru Hijriah ini kita harus terus optimis bisa segera keluar dari pandemi. Di tahun yang baru ini, proses penularan diharapkan terus berkurang dan bahkan semoga berakhir. Kita harus selalu ingat bahwa Allah tidak membebani umatnya melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” kata Musthofa dalam keterangan tertulis, Selasa, 10/8/2021.

Kiai Musthofa Aqil Sirajd

Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon ini juga mengajak umat Islam memperkuat akidah dan keyakinan akan kebesaran Allah. Menurutnya, musibah pandemi ini semakin menunjukkan kehadiran Allah.

“Selama ini bangsa Indonesia seakan-akan meniadakan Allah dengan kesibukannya. Nah, melalui pandemi ini Allah menunjukan bahwa Allah itu ada. Kita harus segera memohon ampun kepada Allah karena Dia lah yang memberikan ujian pandemi ini dan Dia pula yang akan menuntaskannya (pandemi),”tandasnya.

Selain memperkuat akidah, Musthofa juga mendorong umat Islam Indonesia agar tidak putus asa dalam menghadapi pandemi dengan mengikuti anjuran dari pemerintah. Ia pun mencontohkan, ikhtiar Nabi Muhammad saat hijrah dari Makkah ke Kota Madinah.

“Nabi Muhammad ketika hijrah dikejar oleh kaum kafir. Beliau terus berusaha melakukan perjalanan, kemudian bersembunyi di malam hari di gua Tsur. Apa yang bisa dipelajari dari perjalanan hijrah nabi ini? Kita wajib berikhtiar,” jelasnya.

Ia menilai usaha yang harus dilakukan masyarakat saat ini adalah dengan mengikuti anjuran para ahli atau orang-orang yang memang punya kompetensi di bidangnya, utamanya berkenaan dengan virus dan pandemi.

“Kita tidak tahu (virus), tetapi para ahli mengatakan virus itu ada, berbahaya dan penanganannya dijelaskan melalui kesepakatan beberapa ahlinya, profesor, dokter dan ahli virus dan pandemi di dunia maka kita wajib untuk percaya,” terangnya.

Musthofa menyebutkan, setidaknya ada 2 ikhtiar yang harus dilakukan dalam menghadapi pandemi, yaitu ikhtiar dhohir dengan mematuhi protokol kesehatan beserta program vaksinasi.

“Kemudian kita tidak boleh lupa memohon dan berdoa kepada Allah agar bangsa ini terbebas dari pandemi,” jelasnya.

Ia menekankan kepada jajaran pengurus PPP dari pusat hingga ke tingkat ranting, serta kader dan simpatisan agar mereka ikut berpartisipasi dalam penanganan COVID-19.

“Bagi seluruh kader dan simpatisan PPP, di tahun baru ini harus memiliki semangat baru untuk ikut berkontribusi di lapangan dalam penanganan COVID-19, sesuai dengan kemampuan,” tuturnya dalam acara yang berlangsung ba’da Isya secara virtual tersebut.

Turut memberi peringatan Hari Besar 1 Muharam 1443 H, HM. Arwani Thomafi, Sekjend DPP PPP dan Dr. Suharso Monoarfa Ketua Umum PPP. Dalam acara yang dimeriahkan dengan membaca Sholawat oleh Ustadz Hafidz Hakim dari Majelis Syubannul Muslimin. Acara tersebut juga dihadiri para petinggi DPP PPP, Dr. Qayum Abdul Jabbar, M Mardiono, Hj. Ermalena, A Baidowi dan lain-lain.

(Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.