DPW PPP Jawa Tengah, Tertantang Menggaet 700.000 Suara Milenial di 2024

PENAPERSATUAN – Dalam perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah, Petahana Masruhan Samsurie terpilih kembali sebagai Ketua untuk kali kedua. Sementara itu, Suyono, S.IP yang sebelumnya duduk sebagai salah satu Wakil Ketua DPW, kini menjabat sebagai Sekretaris DPW dan Dr. Soleha Kurniawati, tetap menempati posisi Bendahara.

Menurut Masruhan, 35 fungsionaris DPW Jateng yang ada saat ini, bisa dikatagorikan ke dalam tiga generasi yang mencerminkan adanya kesinambungan yang bagus juga solid kedepannya.

“Ketua dan 7 pengurus berusia di atas 50 tahun, 19 pengurus berusia antara 35 sampai 49, dan yang berusia di bawah 30 tahun ada 9 orang. Dari yg 9 orang tersebut ada kader putri yang masih berusia 19 tahun,” terang Masruhan pada penapersatuan.com belum lama ini.

Masih kata tokoh yang pada tahun 1987 ini dikeluarkan dari kampus karena memimpin demo melawan rezim, komposisi generasi tersebut dapat dijadikan tim yang ideal untuk menggaet target 1.600.000 suara atau 15 kursi di DPRD Jateng dari 980.000 suara atau 9 kursi pada pemilu 2014 nanti.

DPW PPP saat memberikan bantuan sembako ke daerah bencana banjir di Pekalongan

“Pemilih tetap PPP di Jateng, sekitar 900 ribu mereka sebagian besar warga NU dan selebihnya warga Muhammadiyah, Sarekat Islam dan Jamaah Rifaiyah. Kami tertantang untuk menggaet 700 ribu suara dari kalangan milenial, pemilih pemula dan mereka yg baru sekali atau dua kali nyoblos saat pemilu,” tambah Masruhan yang 8 tahun merasakan kuliah di UIN Semarang ini.

Sebagai aktivis dan juga pejuang partai berlambang Ka’bah, dirinya melakukan pergerakan dalam rangka meningkatkan suara PPP tetap berpedoman pada kata bijak orang tua, ‘mengejar yang baru, tapi jangan sampai yang lama lepas.’

Kerena, sambung ayah dari dua putra ini, 900 ribu suara itu merupakan pemilih setia PPP yang usianya kebanyakan di atas 35 tahun pada pemilu kemarin. Karena itu, tiap kali PPP mengadakan kegiatan, dirinya selalu berkunjung ke PWNU dan PW Muhamadiyah Jateng untuk merekatkan hubungan kekerabatan, disamping minta arahan. “Bahkan dengan Syarekat Islam dan Komunitas Rifaiyah tetap kami jalin hubungan baik,” sambungnya.

Sementara, lanjut Masruhan, tugas pengurus yang muda-muda untuk menjalin networking dengan pemilih di bawah 30 tahun baik yg santri maupun yg ‘abangan’.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie bersama keluarga di Bromo, Jawa Timur pada 2018

“Target kami untuk meraih 1.600.000 suara dengan 15 kursi di tingkat Provinsi bisa masuk jajaran lima besar di Jateng. Sekarang kami masuk 6 besar di atas Demokrat, PAN dan Nasdem. 2024 nanti PPP harus tembus di bawah PDIP, PKB, Getindra dan Golkar. Organisasi sayap akan kami maksimalkan fungsinya, Wanita Persatuan, GPK, GMPI juga AMK. Bahkan kami sudah enam tahun lalu punya Jam’iyah Mar’ah Solehah yg tersebar di cabang-cabang,” beber suami dari Zumtotus Saadah ini dengan penuh keyakinan.

Tapi, sambung Masruhan, hanya satu kelemahan PPP Jateng, sampai saat ini belum mempunyai wadah utk menampung potensi kader muda perempuan. Ini akan segera dibentuk dengan program yang tentunya akan disesuaikan dengan komunitas juga gaya hidupnya.

“Kita akan memanfaatkan jaringan media sosial. Kalau PPP bisa menjaring dan mengajak kader muda perempuan melalui medsos, saya yakin kaum muda laki-laki akan lebih mudah kita ajak, bahkan yang tua-tua,” terang Masruhan seraya tersenyum.

Sebagai Ketua DPW Jawa Tengah, Masruhan mengatakan, 30% anggaran DPW akan dikonsentrasikan untuk penguatan jejaring sosial tersebut. “Sementara 50% akan kita gunakan untuk pengkaderan. Sisanya 20%, akan kita gunakan untuk kegiatan lain, seperti penelitian, kajian dan pengembangan,” pungkas Masruhan.

(MS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.