Harus Bangun Grand Design yang Punya Nilai Jual untuk Membesarkan PPP di 2024

PENAPERSATUAN – Merosotnya suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menimpa hampir semua wilayah. Mengharuskan semua pengurus mulai dari DPP sampai tingkat bawah, bekerja sama dan bekerja keras untuk dapat mengembalikan kejayaan PPP, ujar Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Banten H. Achmad Fauzi pada penapersatuan.com baru baru ini.

H Rully bersama KH. Ma’ruf Amin

Politisi PPP yang akrab disapa Bang Rully ini juga mengatakan, target PPP Banten, dalam pemilu 2024 nanti minimal dapat mengembalikan jumlah kursi PPP yang sempat hilang pada pemilu lalu.

“Minimal kita harus dapat mengembalikan jumlah kursi kembali menjadi 8, mengingat 2019 lalu kita kehilangan 3 kursi. Syukur syukur bisa lebih,” ujarnya.

Dijelaskan Bang Rully, untuk dapat merealisasikan semua itu tentu juga harus dibantu oleh DPC yang ada. “Kedepan kita juga akan benar benar mengontrol para pengurus yang ada di DPC, PAC sampai tingkat bawah. Bahkan, dalam proses pengajuan caleg juga akan kita kontrol,” tambah Bang Rully.

Sebagai pengurus DPW, dirinya juga berharap, dari DPW, DPC, PAC sampai tingkat Ranting harus sama sama berpikir dan bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan PPP.

Karena menurutnya, kalau tidak bekerja sama dan bekerja keras, berat untuk membesarkan dan mengembalikan kejayaan PPP.

“Kedepan untuk membesarkan PPP, harus benar benar bersama sama kita bekerja keras, hilangkan egosentris, hilangkan kepentingan pribadi, hilangkan kepentingan kepentingan yang kiranya akan menghancurkan partai,” tuturnya.

H. Rully bersama para pengurus PPP

Politisi yang pernah duduk di kursi DPRD ini juga mengatakan, PPP saat ini dapat diasumsikan sedang sakit. Sebagai pengurus partai sudah seharusnya berpikir bagaimana caranya agar partai ini bisa cepat kembali sehat. Oleh sebab itu, musyawarah harus dilakukan oleh semua pengurus, termasuk DPP.

“Jangan sampai para pengurus di daerah dikasih beban berat, sedangkan DPP tidak membantu meringankan para pengurus yang ada di daerah,” terangnya.

Dirinya mengatakan, zaman sudah beda. Kalau dulu, tidur aja bisa jadi dewan, tapi sekarang kan sudah tidak seperti itu lagi mengingat banyaknya partai.

Bang Rully berharap, semoga dengan hadirnya Kang Eep sebagai konsultan politik, dapat membangun sebuah grand design yang dapat dilakukan DPP agar PPP punya nilai jual.

“Kalau bisa kita jangan hanya terfokus pada suara dari kalangan milenial saja. Kita juga harus tetap menggarap suara dari para tokoh juga pengurus lama PPP untuk dapat merealisasikan apa yang menjadi harapan kita ke depan. Karena kalau kita lihat dari survei saat pemilu lalu suara milenial itu cuma 0,01,” jelasnya.

Jadi, maksud dari Bang Rully, bagaimanapun juga tokoh tokoh lama PPP itu harus direkrut dan ditemui lagi. Nanti kaum milenial secara ga langsung akan melihat itu.

“Saat mereka melihat Bapaknya, Emaknya, Kakeknya, Neneknya, itu PPP, mereka akan terpanggil untuk mengikuti. Kalau kita mulai dari milenial malah akan terasa berat,” sambungnya.

Sekarang menurutnya, ini PPP harus sadar diri, PPP ini bukan lagi partai besar. PPP saat ini sudah menjadi partai menengah ke bawah, jadi semua pengurus harus sama sama bekerja keras dan saling rangkul untuk membesarkan kembali PPP.

“Jangan sampai kita terfokus untuk menjaring suara milenial, sementara meninggalkan orang orang atau tokoh tokoh yang sudah lama ikut berjuang membesarkan PPP,” ujar Bang Rully.

PPP harus bisa merekrut dan mengoptimalkan tokoh tokoh lokal konstituen PPP yang ada di tiap wilayah, dengan demikian dirinya yakin PPP akan kembali besar.

“Tinggal tokoh tokoh muda yang ada di PPP saat ini, bekerja untuk bisa menjadikan tokoh milenial yang sudah ada di PPP agar mereka bisa menjadi kembang di wilayahnya,” pungkasnya.

(Sobari/Diel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.