Muswil PPP IX DKI, H. Abdul Aziz, SE Lebih Mementingkan Kebesaran Partai Ketimbang Pribadi

PENAPERSATUAN – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) IX DKI Jakarta, yang digelar hari ini, Kamis (27/5/2021) di Hotel Peninsula muncul beberapa nama kader dari DPW juga luar pengurus DPW.

Dalam keterangannya pada penapersatuan.com melalui selularnya, Abdul Aziz mengatakan, ketidakambisian dirinya untuk menjadi Ketua DPW, dikarenakan dirinya lebih mementingkan kebesaran partai ketimbang pribadi.

“Dalam memimpin memang harus tidak punya ambisi, karena itu amanah. Muswil yang dilakukan hari ini sistem yang kita pakai adalah sistem formatur. Artinya, memang saat ini kita sedang memikirkan yang terbaik buat partai. Jadi jangan kemudian kepentingan pribadi apalagi yang namanya ambisi, itu mengalahkan kepentingan partai,” papar politisi asli Betawi ini.

Dirinya menambahkan, PPP di Jakarta saat ini kondisinya lagi kurang bagus. Tapi buruknya PPP di DKI Jakarta dikarenakan menjalankan keputusan partai, untuk menyelamatkan kepentingan partai yang lebih besar.

“Kalau kita urutkan, kenapa perolehan suara PPP di Jakarta hancur, karena di Jakarta kemarin itu menjalankan keputusan partai yang menjadi kepentingan nasional. Tapi memang merugikan untuk kepentingan Jakarta, hal itulah yang terjadi kemarin di DKI Jakarta,” tutur Abdul Aziz.

Artinya, masih kata Abdul Aziz, hari ini Jakarta butuh konsolidasi yang kuat, hebat juga masif. Semua kekuatan yang ada di Jakarta yang pemilu kemarin tercerai-berai baik yang ada di dalam maupun yang sudah ada diluar, itu harus diutamakan untuk dikonsilidasikan kembali.

“Dengan cara apa melakukan konsolidasi itu, tentu dengan cara musyawarah di formatur sekarang ini. Kalau kemudian ada yang tanya, apakah artinya saya harus jadi ketua? Ya tidak juga. Saya tidak punya ambisi menjadi Ketua. Yang paling penting bagi saya adalah partai di Jakarta besar kembali, dan itu jauh lebih penting ketimbang saya jadi Ketua,” imbuhnya.

Dirinya ingin menapikan kalau ada anggapan yang muncul, apapun akan dilakukan untuk menjadi ketua. Justru faktanya adalah apapun akan dilakukan agar PPP di Jakarta dapat kembali besar.

“Misi utama Muswil hari ini adalah, bagaimana kita menyepakati untuk membesarkan PPP. Kalau itu sepakat, apakah ketuanya harus saya atau orang lain, atau misalnya benar benar orang yang selama ini belum kita kenal di kalangan PPP, ternyata menjadi sebuah kemufakatan, ya kita harus terima,” terang tokoh yang pernah duduk di DPRD DKI ini.

Dirinya berharap, sebagai pengurus partai saat ini, jangan tentukan orangnya dulu baru ditentukan targetnya. Tapi yang harus dilakukan, targetnya dulu ditentukan baru orangnya, jangan dibalik.

Saat disinggung apakah artinya dirinya siap kalau ditugaskan kembali memimpin PPP DKI Jakarta, dengan tegas dirinya mengatakan, kalau bicara siap, insya Allah dirinya selalu siap. “Kemarin saat ditugaskan partai untuk dibully saja, saya siap,” sambungnya sedikit tertawa.

“Saya hanya ingin mengajak teman-teman di Jakarta khususnya itu juga berfikir, kita ini lagi terpuruk jangan kemudian kepentingan pribadi yang dikedepankan. Saya hanya ingin mencontohkan dengan kata kata itu,” tambah Abdul Aziz.

Lebih lanjut, politisi yang pernah duduk di DPR RI ini juga mengatakan, kalau bicara untung rugi, jelas dirinya yang paling di rugikan dengan menjalankan apa yang ditugaskan partai. Selama hal itu memang sudah menjadi keputusan dan kebijakan DPP, tentu dirinya harus siap menjalankan. Walaupun akhirnya, karena kebijakan DPP tersebut kursi PPP di DKI Jakarta hilang sampai 9 kursi.

“Saya ingin menyampaikan pada temen-temen, masa ini adalah masa recovery, periode ini akan menjadi periode recovery dan itu tidak mudah. Jadi saran saya, mari kita bicara sebagai organisasi yang solid dan terbuka, dengan hati yang ikhlas juga terbuka. Mari kita kalahkan kepentingan pribadi kita, tapi kita kedepankan kepentingan partai kita,” pungkasnya.

(Sobari/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.