Drs. H. Abdul Ghoni: Fokus Membawa Forkabi Menjadi Lebih Baik

Jakarta, penapersatuan.com – Ditemui di acara Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Jakarta Selatan, Drs. H. Abdul Ghoni selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forkabi, berharap kepada Ketua DPD Terpilih periode 2021-2026 bisa memimpin dan menjalankan roda organisasi lebih baik dari saat dipimpin olehnya.

“Ketua DPD juga harus dapat mengayomi semua jajaran, mulai dari kader, anggota juga pengurus di Jakarta Selatan yang mempunyai 10 Kecamatan dan 65 Kelurahan ini. Saya yakin, dengan adanya kepemimpinan yang baru ini, Forkabi Jakarta Selatan akan lebih baik, karena penataan administrasi di Jakarta Selatan ini sudah cukup baik, mengenai pendataan pengurus, anggota kita sudah punya database yang kuat” sambungnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI ini juga mengatakan, bicara yang ingin menjadi Ketua DPD itu banyak. Tapi masih kata H. Abdul Ghoni, yang mumpuni itulah yang perlu agar ketika memegang amanah menjadi Ketua DPD akan ada penambahan pengalaman bagi pengurus, yang nantinya bisa membuat kepengurusan menjadi makin solid.

“Organisasi Forkabi ini bukan hanya dijalankan dengan otak, dengan otot, dengan tenaga, semua harus mendukung. Seperti masalah finansial, keberadaan kesekretariatan DPD juga harus jelas, mampu mengembangkan organisasi juga anggotanya, bagaimana Ketua DPD itu juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya,” beber H. Abdul Ghoni.

Sebagai Ketua Umum DPP Forkabi, dirinya berharap Ketua DPD terpilih beserta jajarannya nanti harus melakukan roadshow, juga melakukan konsolidasi secara total dari mulai tingkat Cabang, Ranting juga Sub. Ranting.

Disinggung masalah dualisme yang terjadi saat ini dalam tubuh Forkabi, dirinya menjelaskan kalau hal tersebut tergantung dari anggota dan pengurus, penafsiran masing-masing.

“Hal itu saya kembalikan kepada teman-teman, dilihat dari usia yang menginjak ke 20 tahun ini tentu Forkabi itu sudah sangat cukup dewasa, bisa memilah. Jangan sampai juga ada kalimat itu legal atau tidak legal, bilang pengurusan kaleng-kaleng dan sebagainya. Hal itu tidak boleh terjadi.

“Kejadian dualisme inikan bukan kemauan saya, kemauan akar rumput yang ingin agar organisasi ini dijalankan sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” urainya panjang lebar.

Kekhawatiran dari dualisme yang terjadi dalam tubuh Forkabi, sebagai Ketua Umum dirinya menegaskan, kalau dirinya telah mengintruksikan dalam kepengurusannya hal tersebut jangan lagi dipermasalahkan dan diperuncing lagi. Cukup jalankan saja roda organisasi ini sesuai dengan rel yang sudah kita jalankan.

“Jangan lagi kita menengok kebelakang, kita harus menatap lurus kedepan. Gimana cara memajukan organisasi ini ya tentunya kita harus rapikan masalah administrasi juga melakukan konsolidasi dan sebagainya. Karena hal itu memang harus dilakukan mulai dari tingkat DPP sampai tingkat Sub. Ranting,” jelas H. Abdul Ghoni.

Masalah satu komando kepada seluruh jajaran yang ada dalam tubuh Forkabi, menurutnya hal tersebut memang sudah sebuah intruksi, mulai dari DPC-DPC yang lama sampai kini masih solid, dan pengurus DPD-DPD juga banyak yang mendukung dirinya.

“Hal itulah yang menjadi dasar bagi saya untuk bisa melakukan pergerakan kedepannya, agar Forkabi ini menjadi jauh lebih baik. Kalau kita terus memikirkan masalah dualisme akan cape kita. Karena bicara legalitas, saya juga punya legalitas ko, saya ini bukan kader oplosan,” tutup H. Abdul Ghoni.

(Fadiel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.