Agar Tak Terkesan Jakarta Minded, DPP FORKABI Harus Mengakomodir Pengurus Daerah dalam Kepengurusannya

Bekasi, Pena Persatuan – Musyawarah Besar (Mubes) V Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) telah sukses digelar dan memilih secara aklamasi Drs. H. Abdul Ghoni sebagai Ketua Umum FORKABI periode 2021-2026. Menurut H. Marzuki Asmawi, A.md, selaku Ketua Panitia Pelaksana Mubes V FORKABI saat ditemui penapersatuan.com dikediamannya baru-baru ini, dirinya bangga bisa menjadi bagian dalam perjuangan menjaga eksistensi kaum Betawi dengan dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Mubes V FORKABI yang diadakan di Sentul, Bogor, Sabtu, (20/02/2021).

Suasana Mubes V FORKABI Sentul, Bogor, Sabtu, (20/02/2021)

Proses demi proses telah dilalui, mulai dari deklarasi yang diadakan di bawah pohon kecapi dibilangan Ceger, Jakarta Timur, Pra Mubes di bawah pohon rengas di daerah Kabupaten Bekasi, sampai akhirnya bisa dilanjutkan dengan acara Mubes di Sentul.

“Proses Mubes, telah kita lewati dan alhamdulillah Mubes V FORKABI bisa berjalan sesuai rencana dan memiih Drs. H. Abdul Ghoni sebagai Ketua Umum dan Drs. H. Moh. Iwan, MM, sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) FORKABI periode 2021-2026,” ungkap Marzuki.

Adanya dualisme di Organisasi FORKABI, menurut Ketua DPD FORKABI Kota Bekasi ini, berawal dari Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilakukan oleh DPP FORKABI secara besar-besaran, tanpa melalui AD/ART juga tidak melihat dampak dari apa yang dilakukan oleh DPP.

“Lebih dari 40 orang, yang didalamnya ada tokoh-tokoh pendiri FORKABI, tokoh-tokoh intelektual Betawi yang di PAW. Contoh Babeh Dailami Firdaus, dirinya merupakan tokoh Betawi yang seharusnya dipertahankan. Dirinya itu identik dan sudah bisa kita sebut menjadi ikon tokoh Betawi yang mempunyai intelektualitas,” terang Marzuki.

Ditanya apakah ada kemungkinan rekonsilisasi yang terjadi dalam FORKABI, dirinya yang masuk dalam Tim Formatur ini mengatakan, ujungnya pasti akan ada rekonsiliasi. “Tapi memang rekonsiliasi itu tidak mudah dilakukan, bisa saja terjadi dalam waktu 6 bulan kedepan, satu tahun, bahkan mungkin satu periode,” sambung Marzuki.

Paling tidak, masih kata Marzuki, saat ini dirinya berada diposisi yang benar yang menjalankan roda organisasi sesuai konstitusi dengan menjadikan AD/ART sebagai Kitab Suci dalam berorganisasi. Karena, lanjut Marzuki, ini tentu akan menjadi sejarah dan menjadi sebuah kebanggaan untuk anak cucunya nanti.

“Saya berharap, apa yang terjadi saat ini dalam orgsnisasi FORKABI, bisa segera diselesaikan secara kekeluargan oleh Ketua Umum kita. Karena FORKABI merupakan organisasi yang muncul dari kekerabatan juga persaudaraan. Jadi jangan terlalu dipolitisasi,” harap Marzuki.

H. Marzuki Asmawi, A. Md, saat proses ssudang Mubes V DPP FORKABI

Mengingat FORKABI adalah organisasi besar yang sudah ada di Jabodetabek, tentu dalam menyusun kepengurusan ditingkat DPP sudah seyogyanya mengakomodir para pengurus juga tokoh FORKABI yang ada di Jabodetabek. Disingung apakah dirinya siap untuk menjadi Sekretaris Jendral DPP FORKABI, dengan sedikit tersenyum Marzuki mengatakan, sampai saat ini beliau belum sampai berpikir sejauh itu.

“Tapi memang sudah seharusnya FORKABI menghilangkan kesan kalau FORKABI itu Jakarta minded, mengingat saat ini kepengurusan FORKABI sudah ada dan terbentuk di Jabodetabek. Banyak juga saudara-saudara kita FORKABI yang ada di daerah, mengingkan adanya pemerataan dalam kepungurusan tingkat pusat,” beber Marzuki.

Dan itu sangat wajar, tambah Marzuki, dengan masuknya perwakilan daerah penyanggah DKI dalam kepengurusan tingkat pusat FORKABI, tentu itu dapat membuat eksistensi FORKABI bisa merata, dan apa yang kerap digaungkan FORKABI seJabodetabek itu tidak menjadi lip service saja.

Ketika ditanya kembali apakah dirinya yang saat ini ada dalam formatur siap menjadi Sekjen DPP FORKABI, dengan jelas, tegas dan penuh semangat dirinya mengatakan siap. Kalau memang hal itu sudah menjadi keputusan bersama. “Insya Allah saya siap menjadi Sekjend kalau itu merupakan keputusan bersama,” jawab Marzuki.

Lantas, apa yang akan menjadi program DPP FORKABI dalam menyusun kepengurusan ditingkat DPP, Marzuki menerangkan bahwa FORKABI akan kembali merekrut tokoh-tokoh Betawi yang sebelumnya sempat di PAW kan.

“Kita harus bisa kembali merekrut dan memposisikan para tokoh Betawi yang sudah menjadi ikon dikalangan masyarakat tentang intelektualitas dan kebetawiannya. Karena dengan adanya tokoh-tokoh tersebut FORKABI sebagai organisasi etnis Betawi akan semakin terlihat intelektualitasnya dikalangan masyarakat,” sambung Marzuki.

Masih kata Marzuki, hal tersebut juga sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari pengurus, kader juga anggota FORKABI yang merasa heran juga kecewa atas PAW yang dilakukan DPP FORKABI kepada tokoh-tokoh Betawi.

“Selain itu, saya juga yakin kalau Ketua Umum FORKABI, Drs. H. Abdul Ghoni, dapat kembali menyatukan FORKABI dengan melakukan rekonsiliasi. Dan mampu membawa FORKABI menjadi lebih besar, lebih bagus dan lebih mempunyai manfaat untuk seluruh kader, pengurus, anggota FORKABI juga masyarakat Betawi yang tersebar di Jabodetaek,” pungkas Marzuki.

(Fadiel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.