Kembali Akomodir Kader Potensial Kalau 2024 PPP Tidak Mau Tenggelam

Rembang, Pena Persatuan – Ditemui dalam acara silaturahmi di kediaman Sekretaris Jenderal DPP PPP, Rembang, Jawa Tengah. Menurut Nur Qholib, S.Ag, selaku kader PPP yang pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Gresik di tahun 1999 – 2004. Memang sudah seharusnya kader PPP sering melakukan silaturahmi.

“Sebagai kader partai memang sudah seharusnya kita melakukan silaturahmi dan berkumpul, begitu juga halnya organisasi sayap partai yang saat ini ada dan aktif. Underbow partai itu adalah suatu media buat kita sebagai generasi muda untuk kita menggodog diri sebagai calon penerus perjungan di PPP,” papar Nur Qholib.

Seperti apa yang disampaikan Nur Qholib, ketika dirinya melihat GPK seperti ini gejolaknya, jiwa mudanya kembali muncul. Sehingga ada keinginan pada dirinya untuk kembali membangkitkan GPK di Kabupaten Gresik.

“Kalau latar belakang pengurus yang saat ini ada, mohon maaf kalau bahasa saya, pengurus yang ada itu tidak berangkat dari proses sebagai kader partai, maka akhirnya pergerakan GPK ini juga akhirnya yang penting ada, ini bedanya dengan yang memang benar-benar mucul dari kader partai,” terangnya.

Nur Qholib, S.Ag, saat silaturahmi di Rembang dan diskusi dengan pengurus GPK Rembang

Jadi menurut tokoh yang cukup senior di PPP ini, semua pengurus yang ada baik itu di kepengurusan partai juga badan otonom partai, memang harus dipegang oleh tokoh-tokoh yang muncul dari proses pengkaderan. Menurutnya sampai saat ini, aktivitasnya dalam menggerakan anak-anak muda sampai sekarang ini tidak bisa lepas, meskipun dengan baju yang tidak sama. Sekarang teman-teman millennial di Gresik yang dalam bahasa Nur Qholib masih dalam satu komando dengan dirinya, justru ingin melakukan gerakan dengan label persatuan mahasiswa.

“Pada saat saya menjabat struktur di PPP, memang saya sering keliling ke daerah-daerah Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Madura, Jakarta, dimana tempat saya datang dan disitu ada mahasiswa Gresik, pasti saya datangi dan sampai sekarang masih dalam satu ikatan bathin dengan aktifnya saya sebagai pembina di persatuan mahasiswa,” ujar Nur Qholib.

Menurut Nur Qholib, ini merupakan bentuk lain dalam rangka bagaimana pemuda kaum mileennial ini bisa kita rekrut. Andaikan kemudian GPK Gresik, pembinaannya, pengkaderannya jalan, inikan tinggal balik saja, ayo kita gabung ke GPK, kan seperti itu, dengan kekuasaan kepengurusan yang sekarang ada. “Oleh karena itu, kebetulan saya sampai ke Rembang ini, alhamdulillah saya sangat mengpresiasi pemuda-pemuda dengan perjuangannya,” sambungnya.

Terakhir, pesan yang disampaikan oleh Nur Qholib buat para pengurus GPK, yang harus diantisipasi oleh temen-temen GPK. Nanti setelah ada kader GPK yang masuk di dalam sistem partai yang formal itu, harus bisa memposisikan dirinya dengan baik. Agar tidak mudah digeser oleh orang-orang yang hanya mempunyai kepentingan sesaat dalam partai ini.

“Kader GPK harus mempu muncul menjadi calon legislatif nanti, jangan sampai dengan munculnya kepentingan sesaat, kader yang potensial malah tergeser oleh orang-orang yang punya kepentingan. Bagus kalau orang yang menggeser itu punya niat dan ingin membesarkan PPP, kalau tidak apa ndak semakin merosot PPP ini. Sekali lagi hal ini juga harus ddiantisipasi oleh kader-kader GPK kedepan,” bebernya.

Masih kata kader senior PPP Kabupaten Gresik, yang mampu menambah kursi dari 2 kursi sampai 7 kursi di DPRD ini, dalam membesarkan PPP dimasa yang seperti ini, sudah seharusnya para pengurus yang ada bisa kembali mengakomodir kader-kader PPP yang potensial masuk dalam kepengurusannya.

“Dengan masuknya kembali kader-kader potensial dalam jajaran kepengurusan ditiap wilayah, insya Allah suara PPP akan kembali besar dan apa yang kita harapkan untuk PPP yang kita cintai ini bisa terealisasi,” harap Nur Qholib.

Kalau dirinya, tidak cinta dengan PPP, banyaknya pinangan dari partai lain tentu sudah diambilnya, tapi hal tersebut tidak dilakukan karena rasa militansi juga cinta terhadap PPP yang sudah tidak bisa diubah lagi.

“Jujur saya katakan, sebagai kader PPP saya tidak rela kalau 2024 PPP di Kabupaten Gresik ini sampai hilang, tentu hal ini juga harus menjadi motivasi bagi seluruh kader PPP disetiap daerah yang ada di Indonesia,” pungkas Nur Qholib.

(Sobari/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.