Pengurus Harus Mampu Menterjemahkan Keinginan Ketua Umum

Surabaya, Pena Persatuan – Sebagai Sekretaris DPC PPP Kota Surabaya, H. Nurman Fauzi, SH mengucapkan selamat kepada bapak Suharso Monoarfa juga kepada mas Muhammad Arwani Thomafi sebagai Ketua juga Sekretaris Jenderal DPP PPP.

Dirinya yakin kalau pak Suharso selaku Ketua Umum, tidak hanya kritis akan tetapi mampu memainkan sebuah pola dan membuat sebuah grand design dalam membesarkan PPP kedepan.

“Bagaimana pola dan grand design itu tentunya juga dapat diterjemahkan dan diimplementasikan secara baik dan maksimal oleh DPW juga jajaran dibawahnya,” terang Nurman.

Masih kata Nurman, kalau pola juga apa yang diinginkan oleh Ketua Umum dalam membesarkan PPP tidak dapat diterjemahkan oleh pengurus yang ada dibawahnya, tentu tidak akan bisa berjalan sesuai dengan harapan.

“Kedepan, kita selaku kader juga pengurus harus dapat bergerak bersama, merangkul alim ulama, juga kaum millennial. Untuk dapat bergerak dan berjuang sederap untuk kemenangan PPP 2024 nanti,” bebernya.

Sebagai Sekretaris DPC PPP Kota Surabaya, untuk memilih calon-calon yang akan bertarung di dapil Surabaya ini, jangan hanya melihat dari persoalan materi saja, tetapi yang paling utama adalah calon tersebut merupakan kader yang sudah dikenal dan baik dimasyarakat sekelilingnya.

“Calon tersebut juga harus paham dengan peta politik didapilnya, karena konstalasi politik tiap daerah itu berbeda. Kita juga harus paham itu selain materi untuk berjuang didapilnya,” ungkap sosok yang low profil ini.

Yang paling utama buat PPP, masih kata Nurman, bagaimana PPP dapat melihat situasi kondisi yang sekarang ini, terutama bagi pengurus yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pemilih, khususnya di Surabaya.

“Kita sudah harus memikirkan, bagaimana paling tidak kita punya kader juga pengurus potensial yang bisa merekrut 10 atau 20 suara tiap TPS. Bisa kita bayangkan, kalau tiap TPS itu bisa seperti itu, sudah berapa jumlah suara yang PPP akan dapat,’ terang Nurman.

Menurut Nurman, kembali pada keinginan yang sudah dipola dan menjadi grand design yang telah dibangun oleh pak Suharso Monoarfa, itu adalah hal yang sangat luar biasa untuk kebesaran PPP.

“Tapi kalau gagasan yang sangat luar biasa dengan biaya yang sangat besar itu tetapi tidak dapat diimplementasikan dibawah karena tidak mampu menterjemahkannya. Sekali lagi saya bilang, akan menjadi hal yang sia-sia,” pungkas Nurman.

(Sobari/Fadiel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.