Ketokohan Kader Menjadi Syarat Elektabilitas dalam Pertarungan Politik.

Bogor, Pena Persatuan – Untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor pada saat pemilu lalu, bukanlah hal yang mudah. Khususnya bagi kader partai berlambang Ka’bah ini. Pileg yang diakukan berbarengan dengan Pilpres itu, menurut Usep Supratman, SH, MH, telah terjadi politisasi terhadap PPP oleh pihak lawan politik yang dilakukan secara masif. Salah satunya dengan isue-isue bahwa PPP partai penista agama, apalagi Kabupaten Bogor merupakan daerah habaib, yang mendukung paslon yang berbeda dengan PPP saat itu.

Walau itu sangat berat dirasa oleh Kang Usep, sapaan akrab dari Usep Supratman, tapi dirinya tetap berjuang dan menghasilkan 12.013 suara sah pada saat pileg kemarin. “Alhamdulillah itu bisa terjadi karena saya membina kader dengan benar-benar, ya itulah peranan dari caleg harus turun kelapangan langsung, jadi mengetahui apakah benar atau tidak pendukung kita,” jelas Kang Usep saat ditemui Pena Persatuan di ruang kerjanya.

Masih kata anggota DPRD Kabupaten Bogor ini, kalau kita bicara Pileg, tentu dua-duanya yang akan dinilai masyarakat, ketokohan juga partainya. Kita tidak bisa menghilangkan peran, bahwa antara ketokohan dengan partai ya harus sejalan. Karena tidak ada calon legislatif yang full 100% suaranya untuk diri sendiri, tetep aja dibantu oleh suara partai dan suara temen-temen yang tidak jadi.

“Jadi partai itu juga tetap mempunyai peran penting, bahkan kalau kita lihat di partai lain, banyak anggota legislatif yang jadi karena para pemilih itu mencoblos partainya. Makanya partai itu punya peranan penting, bukan masalah ketokohannya saja, justru ada partai yang ketokohannya itu dibelakang tapi partainya yang didepan,” beber Kang Usep yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pemilu kemarin dengan adanya badai yang cukup besar menghantam PPP, akhirnya yang dinilai pemilih itu pasti ketokohannya dulu, mau tidak mau, terasa atau tidak terasa, kemarin itu orang memilih ketokohan dulu.”Saya ini merupakan pendatang baru, saya bisa mengalahkan petahana. Tapi bukan berarti saya dengan mudah mendapatkan itu semua tanpa adanya perjuangan. Saya melakukan pembinaan itu memakan waktu puluhan tahun, saya pengurus partai, saya juga tim pemenangan Bupati. Jadi bukan dengan mudah saya bisa seperti sekarang ini. Banyak proses yang sudah saya lakukan dan saya jalani,” pungkasnya.

(Sobari/Fadiel)

One thought on “Ketokohan Kader Menjadi Syarat Elektabilitas dalam Pertarungan Politik.

  • Januari 29, 2021 pada 4:21 pm
    Permalink

    PENTING JUGA, BANYAK DUIT!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.