Tak Ingin Bamus Betawi Dipecah Belah, Eddie M Nalapraya Melakukan Tandatangan Pakta Integritas

Pena Persatuan – Penandatanganan pakta integritas memiliki arti penting bagi seluruh pendiri juga pengurus Bamus Betawi, karena hal tersebut merupakan sebuah komitmen bersama dengan menunjukan itikad baik untuk bertanggungjawab dan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kalau kita artikan secara harfiah, pakta integritas merupakan pernyataan janji bersama atau komitmen sebagai bentuk kesanggupan untuk patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

Hari Jum’at adalah Penghulu hari (sayyidul ayyam), dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah SWT. Begitu pula bagi Bamus Betawi yang digawangi oleh Majelis Adat Babeh H. Nuri Tahir dan Ketua Umum H. Lulung AL. SH.  menjadikan hari Jum’at  sebagai hari yang memiliki nilai history dan keberkahan bagi eksistensi Bamus Betawi.

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Eddie Marzuki Nalapraya, salah satu tokoh pendiri Bamus Betawi yang bertangan dingin, Jumat, (22/01 2021) memberikan  dukungannya secara penuh, bukan saja secara moril maupun materil bahkan memfasilitasi tempat di padepokan pencak silat TMII serta segala kebutuhan dalam peristiwa bersejarah yakni Penandatanganan Pakta Integritas  Para Pendiri Bamus Betawi secara maksimal. Bukti ini menunjukan beliau sangat sayang dan cinta kepada Betawi. 

Eddie M Nalapraya saat menandatangani pakta integritas didampingi H. Nuri Taher dan Sylviana Murni

Peran serta dan andil yang tidak pernah henti dilakukan oleh Babeh Eddie Marzuki Nalapraya  tidak perlu diragukan lagi untuk pemajuan Kaum Betawi.

Sebagai pejuang kemerdekaan di Badan Keamanan Rakyat pada 1945, pengabdian beliau  sangat menonjol baik pikiran, gagasan, serta tindakan bukti kecintaannya kepada Betawi.

Kiprah beliau  sangat membumi sebagai Bapak Pencak Silat Dunia dan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Pratama dari Pemerintah Republik Indonesia. Peristiwa hari ini membuktikan konsistensi beliau pada Betawi dan menjadi makna sejarah yang sama pada  39  tahun lalu di Villa Happvaley.

Beliau sangat marah dan gundah bila ada orang yang mencoba memecah belah kebersamaan yang sudah dirintisnya dan mendarah daging selama ini. Beliau  berharap Bamus Betawi sebagai warisan harus tetap eksis  dan solid sebagai wadah berhimpun dan pengabdian masyarakat Betawi, agar  Kaum Betawi memiliki harkat, martabat, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan kepada sesama.

Hari ini, Padepokan Pencak Silat TMII menjadi saksi sejarah dalam peradaban kesadaran persaudaraan kaum betawi, ucapan yg tak terhingga disampaikan ke Babe Eddy Marzuki Nalapraya yang telah berjuang dan menggawal marwah dan kehormatan kaum betawi.

Sehingga mendapatkan dukungan dari Pemprov dan DPRD DKI Jakarta dengan ditetapkannya Perda. No.4 tahun 2015 dan Bamus Betawi sebagai  organisasi induk masyarakat betawi serta mitra strategis Pemprov. DKI Jakarta dalam pelaksanaan seluruh kegiatan Pelestarian Kebudayaan Betawi, sebagaimana tercantum pada Bab I Ketentuan Umum PERDA tersebut.

Kami generasi penerus Bamus Betawi  akan selalu mengawal apa yang menjadi cita-cita dan harapan para pendiri, terutama peran serta Babeh Mayor Jendral TNI (purn) DR.H. Eddy Marzuki Nalapraya.

(Fadiel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.