Ade Yasin | Bogor Bangkit, Indonesia Maju

Bogor, Pena Persatuan – Hari ini, Rabu (30/12/2020) tepat dua tahun Hj. Ade Munawaroh Yasin, SH, MH, yang akrab disapa dengan Ade Yasin dan bapak Iwan Setiawan resmi di lantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor di Gedung Sate, Kota Bandung oleh Gubernur Jawa Barat Bapak Ridwan Kamil atas nama Menteri Dalam Negeri. Genap dua tahun sudah kaderpotensial dari Partai Persatuan Pembangunan ini memimpin Kabupaten Bogor, dari lima tahun masa jabatan saya. Nyaris separuh perjalanan sudah dilalui memimpin proses pembangunan di Kabupaten Bogor.

Ade Yasin mengatakan, dalam memimpin proses pembangunan iru sudah banyak yang dikerjakan, sudah banyak yang dihasilkan walau dirinya merasa masih jauh dari ekspektasinya. Dirinya masih punya waktu tiga tahun lagi untuk merealisasikan janji politiknya yang tertuang dalam Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor.

“Tahun 2020 adalah tahun keprihatinan untuk kita semua. Di Awal tahun terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor di kecamatan Sukajaya, Nanggung, Jasinga, Cigudeg dan Gunungputri. Untuk mengatasi bencana alam ini kita bergerak cepat dengan melaksanakan kegiatan tanggap darurat. Pemerintah pusat menyatakan bencana tersebut sebagai bencana nasional . Semua sumber daya kita kerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang menderita akibat banjir dan longsor. 262 Hunian sementara kita bangun, 46 MCK didirikan. Kita pun mendapat bantuan Rp 25 Miliar dari pemerintah pusat untuk membangun hunian tetap bagi warga terdampak bencana alam,” kenang Bupati Bogor ini. 

Saat masih fokus ke pemulihan pasca bencana alam, masih kata Ade Yasin, badai kedua kembali datang menghantam. Pandemi Covid-19 mengguncang dunia dan Indonesia, termasuk di dalamnya Kabupaten Bogor terkena dampaknya. Pandemi ini berdampak nyata pada tiga sektor pembangunan yakni melemahnya laju pertumbuhan ekonomi, meningkatkan jumlah penduduk miskin dan melonjaknya angka pengangguran. Sampai-sampai selaku Bupati, dirinya melakukan refocusing anggaran hingga 800 miliar, guna membentuk satgas Covid-19, memberikan bansos untuk warga terdampak, membagikan APD, masker dan handsenitezer, mendirikan pusat isolasi covid 19 di Kemang, kampanye dan penegakan hukum 3 M, merekrut relawan medis dan non medis dan melaksanakan swab dan rapid di tempat rawan kerumunan. 

”Pandemi ini memberikan efek yang luar biasa kepada seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama di sektor ekonomi. Pembatasan pergerakan masyarakat membuat sektor ekonomi terpuruk. Untuk itu kita mengikuti kebijakan pemerintah pusat agar kondisi tidak memburuk yakni bagaimana masyarakat dapat beraktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat, sementara roda ekonomi kembali berputar. Untuk itu saya sudah mengeluarkan 6 Perbub dan 16 surat edaran untuk mengatur bagaimana kehidupan masyarakat tetap bisa berjalan dengan menjalankan  protokol kesehatan,” terang Ade Yasin.

Meski pandemi melanda, dirinya menegaskan bahwa Kabupaten Bogor tetap membangun. Program Pancakarsa yang menjadi janji politiknya pada saat mencalonkan menjadi Bupati tetap dijalankan. Seperti; Karsa Bogor Cerdas, Karsa Bogor Sehat, Karsa Bogor Maju, Karsa Bogor Membangun, Karsa Bogor Berkeadaban, masih terus dijalankan sampai saat ini.

“Saya masih butuh masukan, kritik yang membangun dari seluruh stakeholders. Saya mohon maaf belum bisa memuaskan semua pihak. Di tahun 2021 fokus kita adalah bagaimana kita bisa bangkit dari dampak pandemi. Saya yakin melalui tagline Bogor Bangkit; Indonesia maju kita bisa kembali pulih dari dampak pandemi. Saya mengajak seluruh stakeholders, ayo bergandengan untuk mewujudkan Bogor Bangkit, Indonesia maju,” tutup Ade Yasin Penuh Harap.

(Fadiel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.