Silaturahmi Jalan Jitu Merekrut Suara Millenial

Pena Persatuan – Suara PPP semakin merosot dalam setiap Pemilu, dan partai berlambang Ka’bah ini sepertinya kurang diminati oleh kader millennial atau pemilih pemula dalam memberikan aspirasi politiknya pada Partai Persatuan Pembangunan.

Mengingat pentingnya suara millennial untuk mendongkrak kembali suara PPP yang semakin merosot pada Pemilu lalu, Fadilah Fahmi dari Pena Persatuan mencoba berbincang-bincang dengan H. Iip Miftahul Choiri, S.Pd.I yang akrab disapa Iip, Anggota DPR RI millennial kelahiran tahun 1989 daerah pemilihan Banten I, seputar permasalahan pemilih pemula atau yang sering disebut pemilih millennial.

Sebagai anggota DPR RI yang juga masuk dalam kategori tokoh muda milenial, bagaimana Abang melihat kondisi PPP saat ini?

Kalau kita lihat kondisi PPP saat ini, memang sesdikit agak miris. Tapi saya sebagai kader PPP yang alhamdulillah saat ini dipercaya oleh masyarakat khususnya di daerah pemilihan Banten I, saya masih optimis kalau PPP kedepan bisa kembali lagi dalam masa kejayaannya. Alhamdulillah saat ini Partai Persatuan Pembangunan telah memilih Pak Suharso Manoarfa sebagai Ketua Umum PPP secara devinitif pada Mukhtamar IX lalu.

Artinya apa? Artinya, PPP mempunyai semangat baru dengan adanya sususan kepengurusan baru yang insya Allah dapat menjalankan mesin partai dengan baik dan mengembalikan kejayaan PPP lewat program-program yang nantinya akan dijalankan oleh Pak Suharso Manoarfa beserja jajarannya yang ada di DPP.

Apakah merosotnya suara PPP dalam Pemilu lalu, karena program-program yang dilakukan PPP tidak berjalan?

Saya kira menjadi salah satu faktor dari merosotnya suara PPP iya, tapi bukan karena program-program yang dilakukan PPP itu tidak berjalan. Program-program itu tetap berjalan, hanya saja mungkin kurang tepat sasaran. Oleh karena itu, hal ini juga bisa menjadi pelajaran bagi Ketua Umum terpilih juga jajarannya agar kedepan dapat membuat program-program yang terarah dan terukur untuk dapat dijalankan dalam rangka meraup suara PPP dalam Pemilu mendatang.

Narasumber dalam acara Kopi Aspirasi

Kurangnya minat pemilih milenial terhadap PPP, sepertinya menjadi salah satu faktor juga kenapa suara PPP bisa merosot. Bagaimana tanggapan Abang dengan fenomena ini?

Saya tidak setuju, kalau ada yang bilang PPP ini kurang menarik untuk pemilih millennial. Itu jelas salah. Kenapa? Karena pemilih millennial itu kalau kita sedikit asumsikkan dalam ekonomi, kaum millennial itu seperti pasar bebas, karena itu mereka tentu belum secara utuh dalam menentukan pilihannya. PPP sebagai partai tua, seharusnya bisa lebih sigap dalam menghadapi pemilih-pemilih pemula ini. Tentu dengan cara merangkul mereka, dekati mereka dengan cara mereka, lalu kita juga harus bisa menjembatani para pemilih millennial itu.

Sepertinya PPP kurang komitmen dalam menjaring suara pemilih millennial?

Saya rasa PPP sudah berkomitmen untuk menarik atau menjaring suara pemilih milleniah, hanya mungkin kurang menyeluruh. Saya rasa dengan komitmen yang utuh, suara pemilih milenial akan bisa tergiring ke PPP. Memang dalam menarik suara pemula atau milenial itu banyak faktor yang harus dilakukan, dan saya rasa PPP sudah melakukan itu, hanya belum dapat menemukan yang benar-benar pas aja dalam mencari cara pengkrekrutannya.

Dalam acara pembagian masker guna memutus rantai penyebaran Covid 19

Sebagai tokoh muda, apa yang Abang lakukan dalam merekrut suara pemilih milenial untuk membesarkan PPP ke depan?

Kalau kita bicara suara PPP, saya masih yakin suara PPP secara nasional itu masih utuh, masih sama, karena memang PPP ini selain partai lama, PPP juga memiliki pemilih tradisional ditiap daerah. Kedepan, tinggal bagaimana kita meramunya dan merangkul pemilih pemilih PPP agar tetap istiqomah dalam menentukan aspirasi politiknya

Sebagai tokoh muda, saya tetap melakukan silaturahmi, aktif dalam berbagai organisasi, juga bermasyarakat. Hal itu terus saya lakukan sampai saat ini, dengan cara itu, saya yakin saya bisa merekrut, meyakinkan juga mengajak para pemilih millennial itu membesarkan PPP diwilayahnya. Juga dengan terus mengikuti kegiatan kegiatan yang ada dimasyarakat, kalau memang waktunya pas, pasti saya hadir untuk silaturahmi sekaligus mengenalkan PPP pada mereka.

Jadi koncinya memang silaturahmi?

Iya benar. Kalau kita malas silaturahmi, bagaimana masyarakat akan mengenal kita dan mau memberikan aspirasi politiknya pada PPP.

Alhamdulillah Mukhtamar IX telah sukses dan memilih Pak Suharso Manoarfa sebagai Ketua Umum, apa yang Abang harapkan dari Ketua Umum PPP terpilih?

Saya berharap dengan terpilihnya Ketua Umum ini dapat mengembalikan marwah PPP, karena memang masih banyak pekerjaan rumah untuk PPP kedepan. Salah-satunya adalah, bagaimana Ketua Umum beserta jajarannya dapat mengoptimalkan basis-basis massa dan kader-kader PPP sampai tingkat bawah.

Saya juga berharap, Ketua Umum PPP harus bisa lebih menambah tali silaturahmi, agar hal itu bisa menjadi contoh buat pengurus juga kader-kader PPP yang ada di Kabupaten Kota melakukan hal yang sama, menambah silaturahmi kepada kader-kader PPP yang sudah sepuh juga kepada calon-calon kader yang akan kita rekrut, contohnya dalam merekrut suara millennial.

Saya yakin kalau semua itu bisa berjalan dari tingkat atas sampai tingkat bawah, tidak ada masalah buat PPP dengan adanya ambang batas parlemen yang memang sampai saat ini belum putus. Tapi hal tersebut tentu menjadi tantangan bagi pengurus PPP untuk tetap berjuangan membesarkan PPP ke depan.*

One thought on “Silaturahmi Jalan Jitu Merekrut Suara Millenial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.