Muncul dengan Wajah Baru yang Visioner Pemilu 2024 PPP Yakin Berjaya

Tangerang, Pena Persatuan – Alhamdulillah Mukhtamar IX sudah selesai dan berjalan lancar, walaupun Mukhtamar ini berubah, yang rencana awal semua dilakukan di Makasar, tapi ternyata Mukhtamar ini berjalan di 10 zona, ujar Hj. Fernita Darwis saat ditemui Pena Persatuan. Menurut Fernita, secara penyelenggaraan dari sisi panitia pelaksana dengan terselenggaranya Mukhtamar sistem zonasi yang tersebar di 10 kota itu, membuat PPP terlihat oleh masyarakat, itu juga menjadi hal.positif buat PPP bisa dibilang silent campaign buat PPP, kalau Mukhtamar dibuat disatu titik, tentu tidak akan semeriah sekarang. 

“Jadi banyak hal positif yang didapat PPP dengan diadakannya Mukhtamar PPP IX dengan sistem zonasi ini. Dalam sisi materi, walaupun terbagi di10 zona, tidak menghalangi seluruh proses Mukhtamar dari mulai sidang-sidang sampai terakhir pemilihan formatur, itu tidak ada yang terlewatkan. Artinya, walau kita terbagi di 10 zona, di tiap zona kita juga punya koordinator jadi semua.berjalan dengan sukses, lancar dan tertib,” terang Fernita, yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP.

Saat menghadiri pembukaan Mukhtamar IX PPP di Zona 4 Tangerang

Fernita juga mengatakan dengan terpilihnya Suharso pada Mukhtamar kali ini, sudah secara sah menjadi Ketua Umum PPP yang devinitif, karena sebelumnya Suharso merupakat Plt. Ketua Umum PPP. Dirinya juga menilai, Suharso memang sebagai salah satu kader terbaik PPP saat ini, mengingat Suharso sudah menjabat dua kali sebagai menteri, pada saat era SBY kemudian pernah menjabat Watimpres sekali dan menjadi menteri lagi saat ini. Hal ini juga, masih kata Fernita, bisa menjadi sebuah kebanggaan buat PPP, Ketua Umum yang terpilih adalah kader terbaik.

“Kalau kita lihat formaturnya, kali ini cukup banyak dibanding Mukhtamar sebelumnya yang hanya 9 orang, tapi kali ini 13 orang yang duduk di formatur. Dengan jumlah formatur yang banyak, saya yakin bahwa kepengurusan yang tersusun nanti bisa mengakomodir seluruh kekuatan, dengan mengakomodir kader-kader terbaik yang tersebar diseluruh indonesia. Mengingat ada delapan DPW yang masuk dalam formatur itu,” paparnya.

Sebagai kader PPP, dirinya berharap, pasca Mukhtamar IX dengan kepengurusan yang baru ini menjadi semangat baru buat PPP. Sehinggga Pemilu 2024 nanti PPP muncul dengan wajah baru yang seluruh kadernya itu adalah kader kader yang visioner. Karena Pemilu 2019 merupakan titik lemahnya PPP, maka pada Pemilu 2024 nanti dirinya yakin PPP akan kembali naik lagi titiknya. Menurutnya, harapan ini besar dari pengurus juga kader disemua wilayah dengan diawali suksesnya Mukhtamar ini. “Semoga kedepan dibawah pimpinan Pak Suharso PPP semakin eksis, saya juga berharap PPP.kedepan bisa mempunyai calon Presiden atau Wakil Presiden, paling tidak PPP harus masuk.kembali dalam 3 besar pada Pemilu 2024,” ujarnya penuh harap tanpa menghilangkan raut semangat diwajahnya.

Memberikan sambutan pada peserta Mukhtamar IX PPP zona 4 Tangerang

Seperti yang kita ketahui PPP pernah mempunyai Ketua Umum yang menjadi Wakil Presiden, kalau dilihat dari sisi waktu tentu jauh lebih sibuk dibanding  Ketua Umum yang tidak mendapat jabatan dari pemerintah, tapi menurut Fernita, mesin partai tetap berjalan dengan baik. Pernah juga beberapa menteri menjadi Ketua Umum menurutnya itu bukan sebuah hambatan. Tinggal bagaimana Suharso dan kabinetnya nanti, mengatur kerja-kerja yang sifatnya electoral, artinya kepengurusan nanti yang terbentuk adalah kepengurusan yang visioner dia harus siap mewakili Ketua Umum, artinya juga tidak semuanya tertumpu di Ketua Umum mengingat pengurus itu banyak.

Disinggung masalah kepengurusan yang sebelumnya terbilang gemuk, Fernita menjelaskan, masalah kepengurusan yang kemarin itu gemuk karena memang ada historisnya. Karena, terang Fernita,  pada waktu itu Mukhtamarnya islah, jadi Mukhtamar di Pondok Gede itu adalah Mukhtamar yang menghasilkan keputusan akomodatif karena pada waktu itu ada beberapa kelompok dalam PPP.

“Tapi tidak ada kaitannya gemuk kepengurusan dengan hasil Pemilu kemarin. Kenapa Pemilu kemarin ko suaranya menurun padahal kepengurusan DPP sangat gemuk, karena pada Pemilu kemarin itu ada masalah yang menimpa PPP, ada badai yang tidak kita sangka sangka. Tapi hal ini bukan hanya terjadi di PPP saja. Partai partai lain pun mengalami hal yang tidak jauh beda tapi mereka bangkit. Apalagi PPP sudah mengikuti 10 kali pemilu, insya Allah PPP ini sudah pengalaman, masalah jatuh, turun, naik biasa itu. Dan saya yakin pada pemilu 2024 PPP bisa kembali berjaya,” tutup Fernita dengan tegas penuh semangat.

(Fadiel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.