Kampung Jantuk, Wadah Kreativitas Seniman dan Budayawan Betawi

Jakarta, Pena Persatuan || Sekelompok aktivis yang bergiat di bidang seni budaya tradisi Betawi membangun sebuah komunitas yang diberi nama Kampung Jantuk.

“Komunitas Kampung Jantuk diorientasikan menjadi wadah kreativitas dan tempat berkumpulnya para seniman dan budayawan Betawi,” ujar Japra yang didaulat menjadi ‘lurah’ Kampung Jantuk oleh para koleganya.

Komunitas yang bersekretariat di Jl. Perdatam VI Rt. 010 Rw. 05, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan biasa mengadakan acara diskusi di hati Sabtu dan Minggu.

“Sudah ada seniman lukis, seniman teater, seniman tari, musik, sastra, dan lainnya yang terlibat dan kerap menggelar acara diskusi di Kampung Jantuk,” beber Japra.

Bahkan, tambah Japra, sudah banyak juga para pesilat Betawi dari berbagai aliran yang datang untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi seputar seni budaya Betawi.

Sementara itu Bro Dowi, salah seorang pendiri Kampung Jantuk, menambahkan lahirnya komunitas Kampung Jantuk ini tak terlepas dari rasa miris melihat budaya Betawi kurang mendapat tempat di kampungnya sendiri.

Diskusi setiap Sabtu dan Minggu rutin dilakukan para seniman dan budayawan Betawi di kampung Jantuk

“Ada dorongan dari teman-teman untuk mentransformasikan pengetahuan kepada generasi yang lebih muda,” imbuh Bro Dowi.

Bro Dowi menambahkan, tentu saja yang kita transformasikan adalah seputar pengetahuan tentang seni budaya Betawi agar generasi di bawah kita juga mengenal dan memahami warisan seni budaya dari leluhurnya.

Sekarang ini, masih kata Bro Dowi, semakin jarang generasi muda kita yang mau mempelajari dan mendalami seni budaya tradisi.

“Mereka lebih senang menikmati seni budaya pop yang dikemas secara instan dan hanya menjadi sekedar hiburan semata. Hiburan yang jauh dari sifat tuntunan. Dan lebih parahnya lagi, terkadang bertolak belakang dengan norma budaya ketimuran kita,” terang Bro Dowi miris.

Melihat realitas itu, masih kata Bro Dowi, beberapa aktivis kesenian yang dimotori beberapa seniman dan budayawan yang ada di sekitaran Pesanggrahan menggagas sebuah komunitas yang bisa menjadi wadah para seniman dan budayawan Betawi ‘berbagi’ ilmu kepada generasi penerusnya.

“Alhamdulillah, sudah semakin banyak program yang mulai bisa direalisasikan dalam upaya mengenalkan seni budaya Betawi kepada generasi muda agar mereka bisa mencintai budaya leluhurnya. Bukankah tak kenal maka tak sayang,” senyum Bro Dowi.

Cara mengenalkan seni budaya Betawi kepada generasi muda, tambah Fadiel yang mendampingi Bro Dowi, disesuaikan dengan kondisi zaman saat ini.

“Kita libatkan generasi muda dalam konten-konten kreatif yang kita buat untuk kita tayangkan di YouTube. Sambil memproduksi konten, di situ proses belajar-mengajar terjadi,” terang Fadiel.

Ditambahkan Fadiel, saat ini Kampung Jantuk memiliki tiga channel YouTube sebagai wadah berkreativitas kaum muda. Channel tersebut adalah TV JANTUK, Kampung Jantuk, dan Jejak Beksi. (Jamiel Loellail Rora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.